Sambut May Day 2026, Ahmad Luthfi Tampung Aspirasi Buruh dan Dorong Hubungan Industrial Harmonis

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Apr 2026 02:06 31 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali berdialog dengan para pekerja dan buruh guna menyerap berbagai aspirasi serta masukan terkait dunia ketenagakerjaan.

Dialog tersebut berlangsung dalam agenda silaturahmi bersama serikat pekerja dan serikat buruh di Truntum Gama, Kota Semarang, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 78 serikat pekerja dan serikat buruh se-Jawa Tengah. Sebelumnya, agenda serupa juga telah digelar pada tahun lalu.

Dalam forum tersebut, para buruh menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pembayaran pesangon, hingga isu kesejahteraan tenaga kerja. Ahmad Luthfi menanggapi berbagai aspirasi itu secara langsung.

Menjelang May Day, Luthfi mengajak seluruh pekerja untuk memperingati hari buruh dengan kegiatan yang positif, produktif, dan tetap menjaga situasi tetap kondusif.

“Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri, yakni dengan menjaga hubungan industrial yang kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah sangat penting, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang turut berdampak hingga ke daerah.

Luthfi menegaskan, stabilitas keamanan dan ketertiban menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat investor menanamkan modal di Jawa Tengah.

“Begitu situasi tidak kondusif, investasi di daerah kita akan terganggu,” tegasnya.

Selain kondisi yang aman, kemudahan perizinan juga menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov berkomitmen mempercepat proses perizinan, sekaligus memperluas kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus guna meningkatkan daya tarik investasi.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus didorong melalui penguatan sekolah vokasi, balai latihan kerja, hingga politeknik yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan sekadar alat produksi, tetapi menjadi bagian penting dalam pengembangan perusahaan,” kata Luthfi.

Berkat iklim investasi yang kondusif, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun. Angka tersebut terdiri dari investasi PMA sebesar Rp50,86 triliun, PMDN Rp37,64 triliun, serta investasi usaha mikro kecil senilai Rp21,52 triliun.

Investasi tersebut berhasil menyerap sekitar 340 ribu tenaga kerja dan berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka.

“Tingginya investasi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen pada 2025,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyosialisasikan program pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk bagi anggota serikat pekerja dan serikat buruh.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja.

“Harapannya, program ini dapat disosialisasikan dan ditindaklanjuti oleh anggota serikat pekerja dan serikat buruh agar mereka bisa mengakses hunian dari program pemerintah,” ujarnya. (*)

LAINNYA