Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng hadiri peringatan Hari Anak Nasional 2026. NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat perlindungan anak. Pemkot terus berupaya membuka ruang seluas-luasnya agar anak-anak berani menyampaikan pendapat, menolak segala bentuk kekerasan, serta ikut terlibat aktif dalam proses pembangunan kota.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan komitmen kuat tersebut saat memimpin puncak peringatan HAN Tingkat Kota Semarang di halaman Balai Kota pada Selasa (28/7/2026).
Tahun ini, penyelenggara mengusung tema “Anak Hebat, BERANI (Bersama Jaga Diri dan Lindungi)”. Acara ini merangkul sekitar 752 peserta yang mencakup siswa SD hingga SMA, Forum Anak Kota Semarang, anak penyandang disabilitas, anak jalanan, hingga perwakilan panti asuhan. Jajaran perwakilan UNICEF, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Pemprov Jawa Tengah, dan Forkopimda turut hadir memeriahkan acara.
Di tengah jalannya acara, perwakilan anak-anak dengan antusias menyerahkan dokumen “Suara Anak” beserta surat aspirasi langsung kepada Wali Kota. Agustina mengungkapkan bahwa sebagian besar isi surat tersebut justru memperlihatkan tingginya kepedulian anak-anak terhadap kelestarian lingkungan dan teman-teman mereka, bukan sekadar menuntut kepentingan pribadi.

“Apa yang kalian inginkan sampaikan saja. Jangan takut ya. Kalau kalian juga melihat sesuatu yang menurut kalian tidak benar, lawan. Berani bukan berarti berkelahi, tetapi berani adalah melawan tidak adil.”
Menurut Agustina, keberanian anak dalam menyuarakan pendapat merupakan modal yang sangat berharga. Karakter ini akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi tangguh yang mampu menjaga diri sekaligus bersiap menjadi pemimpin masa depan. Ia memastikan Pemkot Semarang terus berkomitmen menciptakan ruang aman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di dunia digital.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh anak di Semarang agar berani menolak segala tindakan kekerasan. Tindakan ini mencakup kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan berbagai ancaman kejahatan siber. Ia juga meminta para orang tua, guru, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk mempererat kolaborasi demi memenuhi hak-hak anak.
Selain mengkampanyekan perlindungan, Pemkot Semarang memanfaatkan momen ini untuk meluncurkan program SUNFISH (Semarang Urban Fishery Integrated Smart and Holistic). Pemerintah menandai peluncuran ini dengan seremoni minum susu bersama sebagai langkah konkret membangun generasi sehat melalui pemenuhan gizi yang optimal.
Usai acara, Agustina mengaku sangat terkesan melihat besarnya antusiasme ratusan anak yang tampil unjuk kebolehan dalam berbagai pertunjukan seni. Ia meyakini semangat membara tersebut mampu menyuntikkan energi positif bagi pembangunan Kota Semarang sekaligus menjadi wujud nyata kampanye anti-perundungan.
Pada kesempatan terpisah, Agustina berharap masyarakat terus menyebarluaskan semangat positif anak-anak ini agar bisa menginspirasi anak lainnya.
“Semangat anak-anak ini akan mampu memberi energi tambahan bagi tujuan Kota Semarang. Apalagi kalau keceriaan dan semangat mereka ini diabadikan oleh teman-teman media kemudian masuk ke media-media sosial nanti akan menular kepada anak-anak yang mungkin hari ini masih bersembunyi. Kepada anak-anak yang mungkin tadi seperti dicontohkan masih membully temannya ini akan berangsur-angsur akan menjadi hilang.”
Peringatan HAN 2026 ini kembali menegaskan dedikasi Pemkot Semarang. Pemerintah daerah tidak sekadar membangun kota yang ramah anak, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mau mendengar, melindungi, dan mendorong setiap anak agar berani menyuarakan masa depan mereka.