Wakil Wali Kota Semarang Ajak Warga Rawat Jejak Ulama, Makam Kiai Jungke Berpotensi Angkat Ekonomi Kampung

waktu baca 3 menit
Senin, 29 Jun 2026 14:27 57 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mendorong masyarakat agar terus merawat dan melestarikan berbagai situs religi bersejarah di Kota Semarang. Ia menilai bahwa langkah pelestarian warisan ulama ini tidak sekadar menjaga nilai sejarah dan spiritual, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga melalui pengembangan wisata ziarah.

Iswar menyampaikan pesan tersebut ketika menghadiri Pengajian Akbar Haul dan Peresmian Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, pada Sabtu (27/6) malam. Kiai Jungke, yang memiliki nama lain Kiai Nayawangsa atau Sayyid Husain, merupakan tokoh penting yang menyebarkan agama Islam pada masa awal perkembangan Kota Semarang di abad ke-17.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Makam Kiai Jungke berfungsi sebagai pengingat sejarah. Kemajuan Kota Semarang saat ini tentu berkaitan erat dengan perjuangan para ulama yang telah membangun masyarakat melalui nilai kebaikan dan jalan dakwah.

“Kita bisa berdiri di tengah kota dengan masyarakat yang makin baik hari ini, itu semua tidak lepas dari perjuangan dakwah yang beliau lakukan pada masa lampau. Warga Pandansari harus bangga karena di wilayah ini dimakamkan seorang tokoh besar. Tugas kita bersama adalah mengikuti jejak sekaligus meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.

Iswar juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang berinisiatif merawat kawasan makam tersebut secara swadaya. Berkat kerja keras mereka, pemerintah akhirnya bisa meresmikan makam ini setelah melewati proses renovasi bertahap selama beberapa tahun terakhir.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah menguri-uri makam beliau. Renovasi ini sudah kita komunikasikan sejak lama, bahkan sebelum masa pandemi. Komitmen masyarakat menjaga aset sejarah seperti ini patut kita dukung bersama,” katanya.

Lebih jauh, Iswar melihat bahwa Makam Kiai Jungke berpeluang besar menjadi pusat wisata religi baru yang membawa dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Saat jumlah peziarah makin meningkat, peluang warga untuk membuka dan mengembangkan usaha di lingkungan tersebut juga akan makin terbuka lebar.

Selain itu, ia turut mengingatkan warga bahwa Kecamatan Semarang Tengah adalah salah satu kawasan tertua di kota ini. Wilayah tersebut menyimpan banyak makam tokoh dan ulama yang membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat dan pemerintah agar kelestariannya tetap terjaga di tengah pesatnya pembangunan tata kota.

“Semarang Tengah ini menyimpan banyak jejak sejarah para ulama. Saya mendengar masih ada makam-makam tua yang kondisinya belum terawatt dengan baik. Mari kita jaga Bersama agar warisan sejarah Kota Semarang tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Semarang tersebut berharap peringatan haul ini bisa menjadi titik awal bagi rutinitas kegiatan keagamaan warga, bukan sekadar acara tahunan. Ia meyakini bahwa agenda rutin seperti majelis taklim, selawatan, dan pengajian mampu mempererat tali persaudaraan sekaligus menghidupkan suasana kawasan tersebut.

“Kalau rutinan seperti pengajian atau selawatan terus dihidupkan, insyaallah silaturahmi antarwarga makin kuat, keberkahan akan hadir, dan aktivitas ziarah juga akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Pandansari,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA