Gubernur Ahmad Luthfi Minta BUMD Jateng Harus Punya Daya Dobrak Tingkatkan Pendapatan Daerah

waktu baca 2 menit
Selasa, 4 Agu 2026 04:56 0 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengeluarkan ultimatum tegas kepada seluruh jajaran direksi dan dewan komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia mendesak para petinggi perusahaan pelat merah tersebut untuk segera mendongkrak kinerja dan memacu target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Luthfi bahkan menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah untuk mengawasi langsung proses pembenahan BUMD yang masih mencatatkan rapor di bawah standar.

Peringatan keras ini Luthfi sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Direksi dan Dewan Komisaris di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Senin (3/8/2026). Ia menekankan bahwa ketersediaan PAD merupakan fondasi utama bagi pemerintah daerah untuk membiayai program pembangunan dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat luas.

“BUMD kita harus punya daya dobrak untuk mengembangkan pendapatan di wilayah. BUMD yang masih di bawah garis merah, saya peringatkan agar rapat tersendiri dengan pengawasnya di bawah kendali Pak Sekda,” kata Luthfi.

Merujuk pada hasil evaluasi internal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, pemerintah menyoroti satu BUMD yang masih terjerat rapor kinerja kurang memuaskan, yakni PT PRPP Jawa Tengah. Merespons temuan tersebut, Luthfi menuntut manajemen PT PRPP untuk segera mengejar ketertinggalan kinerja. Ia meyakini perusahaan tersebut sebenarnya menyimpan potensi raksasa untuk menjelma menjadi ikon baru Jawa Tengah, khususnya sebagai sentra bisnis, pameran, dan pariwisata terpadu.

Pemprov Jateng sendiri telah memproyeksikan PRPP sebagai salah satu wajah kebanggaan provinsi. Pemerintah berencana membangun fasilitas venue MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) berskala besar di kawasan tersebut. Saat ini, pemerintah daerah terus bergerak aktif memburu investor strategis untuk membiayai proyek pengembangan PRPP.

“Mereka saya ajak musyawarah untuk membahas kendalanya di mana. Kita juga berupaya mencarikan investor. Dirutnya saya tantang untuk bisa mengembangkan,” katanya.

Menutup arahannya, Luthfi menegaskan bahwa BUMD wajib menerapkan sistem tata kelola perusahaan yang profesional. Manajemen yang sehat akan menjadikan BUMD sebagai ujung tombak pemerintah dalam menggali PAD dan menyumbang pemasukan bagi APBD Provinsi Jawa Tengah. Langkah strategis ini sangat krusial agar pemerintah daerah tetap tangguh menghadapi berbagai keterbatasan anggaran, tekanan fiskal, hingga ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA