Dokter Tifa Klaim Temukan Dua Joko Widodo dalam Penelusuran Ijazah Palsu

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 14:30 1 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali mencuat ke publik dan memanaskan situasi di tengah proses hukum yang masih terus bergulir.

Tifauziah Tyassuma, atau yang akrab disapa Dokter Tifa, selaku tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik, mengaku sudah melakukan riset mendalam selama kurang lebih 450 hari. Ia mengklaim menemukan beberapa kejanggalan serius yang menuntut investigasi lebih lanjut.

Dokter Tifa menyebutkan bahwa timnya akan membawa sebuah buku alumni sebagai dokumen autentik untuk bahan pembuktian di meja persidangan. Ironisnya, pihak yang meyakini keaslian ijazah Jokowi sebelumnya justru menjadikan buku ini sebagai rujukan utama karena mencantumkan nama Joko Widodo.

“Ini buku alumni, autentik, asli. Dulu justru dijadikan bukti karena di halaman 280 ada nama Joko Widodo,” kata Dokter Tifa.

Walaupun begitu, ia menegaskan bahwa tim investigasinya tidak sekadar berfokus pada kecocokan nama dalam buku tersebut. Timnya menitikberatkan proses kajian pada analisis karakteristik visual sang tokoh.

“Yang kami lihat bukan namanya, tetapi kumis, kacamata, bentuk rahang, dan jarak mata,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa metode visual ini menjadi bagian standar dari protokol analisis timnya saat membedah berbagai dokumen dan foto terkait polemik ijazah Jokowi.

Dari hasil kajian sementara, Dokter Tifa mengaku mendapati dugaan perbedaan data historis. Ia menilai temuan ini butuh pembuktian konkret melalui investigasi yang lebih komprehensif.

“Saya belum bilang ini tesis, masih hipotesis. Kalau di sini tertulis asal SLTA Jokowi adalah SMA 6 Yogyakarta. Berarti ada dua Joko Widodo. Jadi investigasinya harus ditelusuri lagi,” ungkapnya.

Demi menguji hipotesis tersebut, Dokter Tifa memastikan timnya akan segera menelusuri arsip data pendidikan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Selain itu, mereka juga membidik data penerimaan mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan tahun 1980.

“Mulai dari SMA 6 Yogyakarta, kami akan mencari data di dinas pendidikan. Lalu ditelusuri juga pada 1980 UGM menerima berapa mahasiswa bernama Joko Widodo,” imbuhnya.

Sang dokter kembali mempertegas dugaannya yang menjadi landasan utama mengapa penelusuran sejarah ini harus terus berlanjut.

“Ada dua Joko Widodo. Yang satu mengaku alumni SMA 6 Surakarta, sementara di sini ada eviden SMA 6 Yogyakarta. Nah, yang mana ini yang jadi presiden?” tambah Dokter Tifa.

Sampai saat ini, sengkarut polemik ijazah Jokowi masih terus bergulir di ranah hukum. Sebagai langkah terbaru, Dokter Tifa telah melayangkan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna menguji keabsahan penghentian penuntutan kasusnya. Pengadilan menjadwalkan sidang perdana kasus ini pada Rabu, 12 Agustus 2026 mendatang.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA