Ma’ruf Pimpin PKB Kota Semarang, Konsolidasi Struktur Jadi Langkah Pertama Kejar 10 Kursi

waktu baca 5 menit
Selasa, 11 Agu 2026 07:04 57 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Kepemimpinan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang resmi berganti. H. Muh Mahsun, S.I.P. menyerahkan estafet kepemimpinan kepada H. Ma’ruf, S.Pd.I. untuk periode 2026-2031.

Serah terima jabatan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi dan serah terima jabatan di Kantor DPC PKB Kota Semarang, Jalan Majapahit Nomor 101, Minggu (9/8/2026).

Ma’ruf yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Semarang kini mendapat mandat memimpin organisasi sekaligus mempersiapkan mesin politik PKB menghadapi Pemilu 2029.

Target peningkatan perolehan kursi DPRD Kota Semarang menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dijawab kepengurusan baru.

Pada Pemilu sebelumnya, PKB Kota Semarang memperoleh lima kursi. Sementara itu, target yang pernah dicanangkan pada masa kepemimpinan M. Mahsun adalah delapan kursi.

Kini, Ma’ruf memilih memasang target lebih tinggi, yakni 10 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029.

Mahsun Titip Target Delapan Kursi

M. Mahsun mengatakan, target delapan kursi sebenarnya telah menjadi target PKB Kota Semarang pada masa kepemimpinannya. Namun, hasil yang diperoleh pada Pemilu sebelumnya baru mencapai lima kursi.

“Tadinya pada masa kepemimpinan saya targetnya delapan kursi, tetapi yang terealisasi lima kursi. Jadi kami mohon kepada ketua yang baru, target delapan kursi itu bisa direalisasikan,” ujar Mahsun seusai acara.

Menurut Mahsun, capaian lima kursi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan baru. Ia berharap Ma’ruf dapat melakukan pembenahan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

Mahsun juga menilai penguatan struktur partai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efektivitas kerja politik hingga tingkat bawah.

“Sehingga ini menjadi korelasi langsung untuk capaian target delapan kursi itu,” katanya.

Ma’ruf Naikkan Target Jadi 10 Kursi

Alih-alih hanya memenuhi target delapan kursi yang sebelumnya dicanangkan, Ma’ruf justru menaikkan target menjadi 10 kursi.

“Target dari PW itu delapan kursi, tapi saya sebagai Ketua DPC Kota Semarang menargetkan 10 kursi di Pemilu 2029,” tegas Ma’ruf.

Untuk mengejar target tersebut, Ma’ruf mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memantapkan struktur organisasi PKB Kota Semarang.

Menurutnya, target politik tidak mungkin dicapai tanpa organisasi yang solid dan memiliki struktur yang mampu bekerja secara efektif.

“Untuk pemantapan struktur ini sudah menjadi instruksi dari saya. Sekarang kami instruksikan kepada teman-teman, kami akan memastikan pemantapan struktur ini betul-betul bisa dijalankan dengan baik. Segera kami akan mengumpulkan seluruh pengurus PAC,” ujarnya.

Ma’ruf menilai konsolidasi struktur merupakan langkah paling rasional setelah kepengurusan baru menerima amanah. Struktur yang kuat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi seluruh agenda politik PKB Kota Semarang menuju Pemilu 2029.

Perkuat Basis NU dan Inventarisasi Kader

Selain membenahi struktur internal, Ma’ruf menyiapkan strategi untuk memperkuat basis dukungan PKB di Kota Semarang.

Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan Nahdlatul Ulama (NU) dan warga Nahdliyin yang selama ini menjadi salah satu basis sosial PKB.

“Kita kan punya basis sendiri, yaitu dari kalangan warga Nahdlatul Ulama atau kaum Nahdliyin. Tentu langkahnya segera menginventarisasi kader-kader terbaik,” jelas Ma’ruf.

Inventarisasi kader dinilai penting untuk memastikan PKB memiliki sumber daya politik yang cukup dalam menghadapi agenda Pemilu 2029.

Selain jaringan NU, Ma’ruf mengatakan PKB Kota Semarang juga akan memperluas komunikasi dengan kalangan pengusaha dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.

“Kita juga akan menggali jaringan NU dan juga jaringan para pengusaha,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan sekaligus memperkuat basis dukungan PKB di berbagai lapisan masyarakat Kota Semarang.

Kaderisasi Generasi Muda Jadi Perhatian

Regenerasi kader juga menjadi bagian dari strategi kepengurusan PKB Kota Semarang periode 2026-2031.

Ma’ruf menyebut adanya terobosan dalam kaderisasi yang mendorong kepemimpinan di tingkat DPAC dan ranting diisi oleh kader dengan usia maksimal 35 tahun.

Menurutnya, kebijakan tersebut relevan dengan karakter pemilih pada Pemilu 2029 yang akan semakin banyak diisi generasi muda.

“Karena Pemilu 2029 akan banyak Gen Z dan kaum milenial. Jadi kaderisasi akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kaderisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi strategi menghadapi Pemilu 2029, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan organisasi PKB Kota Semarang.

PKB Semarang Buka Ruang bagi Semua Kalangan

Ma’ruf juga menegaskan PKB Kota Semarang akan terus membuka ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, keterbukaan menjadi bagian penting dalam memperluas jaringan sosial dan politik partai.

“PKB itu sudah menjelma menjadi partai terbuka. Jadi baik dari kalangan muslim maupun nonmuslim, Tionghoa, kami siap menerima dengan tangan terbuka,” ungkapnya.

Dengan pendekatan tersebut, Ma’ruf berharap PKB dapat membangun komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat Kota Semarang tanpa membatasi latar belakang kelompok yang ingin terlibat dalam partai.

Tantangan Ma’ruf Menuju Pemilu 2029

Pergantian kepemimpinan dari M. Mahsun kepada Ma’ruf menjadi momentum baru bagi PKB Kota Semarang.

Dari capaian lima kursi pada Pemilu sebelumnya, kepengurusan baru kini membidik 10 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029.

Target tersebut tentu bukan pekerjaan ringan. Ma’ruf harus memastikan konsolidasi struktur, kaderisasi, penguatan basis NU, inventarisasi kader, serta perluasan jaringan dapat berjalan secara efektif.

Di sisi lain, pesan M. Mahsun agar target delapan kursi dapat direalisasikan menjadi tantangan awal bagi kepengurusan baru. Ma’ruf bahkan memilih menaikkan target menjadi 10 kursi.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2031, PKB Kota Semarang kini memasuki fase konsolidasi dengan target politik yang lebih tinggi.

Keberhasilan mencapai 10 kursi pada Pemilu 2029 nantinya akan menjadi ukuran penting sejauh mana strategi organisasi dan konsolidasi yang disiapkan Ma’ruf mampu diterapkan di lapangan. (**)

LAINNYA