Masuk Rute Bus Wisata, Wisatawan Kini Bisa Borong Ribuan Produk UMKM di D’Store Semarang

waktu baca 4 menit
Minggu, 23 Agu 2026 17:47 6 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berinovasi dalam mempromosikan produk UMKM lokal. Kini, strategi promosi tidak lagi sekadar mengandalkan pameran berdurasi singkat atau unggahan media sosial, sebab Dekranasda Store (D’Store) Jawa Tengah telah resmi masuk ke dalam rute reguler Bus Wisata Jelajah Kota Semarang.

Inisiatif cerdas ini membuka peluang emas bagi ribuan produk UMKM daerah untuk bertemu langsung dengan para pelancong yang tengah asyik mengelilingi ibu kota Jawa Tengah. Saat ini, D’Store sukses menjadi titik transit utama bagi tiga armada andalan Bus Wisata Kota Semarang, yakni Si Kenang, Si Denok, dan Si Kuncung.

Kolaborasi strategis antara Dekranasda Store Jawa Tengah dan Dinas Perhubungan Kota Semarang ini membawa misi ganda. Pemerintah tidak hanya sekadar menambah daftar destinasi wisata baru, tetapi juga menyulap D’Store menjadi etalase raksasa yang memamerkan produk khas dari berbagai pelosok daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, menegaskan bahwa D’Store siap menyajikan produk unggulan UMKM dari 35 kabupaten dan kota agar mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih masif.

“Dekranasda Store ini isinya produk-produk unggulan UKM di Jawa Tengah dari 35 kabupaten dan kota. Harapannya, kesejahteraan dan daya saing para pengrajin dapat terangkat, terasah, dan benar-benar mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Emmy.

Saat ini, pengunjung bisa mengeksplorasi sekitar 6.000 jenis produk hasil kurasi ketat yang terpajang rapi di D’Store. Ribuan karya bernilai tinggi tersebut merupakan buah tangan dari sekitar 400 pelaku UMKM yang mewakili seluruh wilayah Jawa Tengah.

Varian produk yang tersedia pun sangat beragam. Wisatawan bisa memborong kerajinan tangan, aneka kain tradisional, busana fesyen, perlengkapan rumah tangga, hingga pernak-pernik dekorasi estetik. Rentang harganya juga sangat fleksibel, mulai dari Rp5.000 hingga menembus angka Rp30 juta untuk sebuah karya seni kriya berproses rumit.

“Jenisnya mulai dari handicraft, kain, fashion, home decor sampai home appliance. Harganya mulai dari Rp5.000 sampai ada yang Rp30 juta karena memang kita harus menghargai kreativitas, ide, dan inovasi dari para pengrajin,” katanya.

Pemerintah menaruh harapan besar agar integrasi D’Store ke dalam jalur pariwisata ini bisa mendorong wisatawan untuk tidak hanya sekadar mencuci mata, tetapi juga memborong produk lokal. Bagi para pelaku UMKM, inisiatif jemput bola ini menjadi solusi jitu untuk mendobrak masalah keterbatasan akses pasar yang kerap membelenggu produk-produk berkualitas.

Kini, dengan mendekatkan produk secara langsung ke titik kumpul wisatawan, strategi promosi berhasil naik kelas. Keberhasilan ini terlihat jelas saat peluncuran perjalanan perdana Trip Jelajah Kota Semarang yang melibatkan langsung sejumlah pemangku kepentingan.

Rombongan memulai tur seru menggunakan bus listrik pariwisata dari titik keberangkatan Museum Ranggawarsita. Armada wisata ini kemudian membelah jalanan kota melewati berbagai kawasan ikonik, mulai dari Banjir Kanal Barat, Tugu Muda, Stasiun Poncol, hingga Titik Nol Kilometer. Rute berlanjut menyusuri Jalan Pemuda, bangunan bersejarah Lawang Sewu, dan pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, sebelum akhirnya membuang sauh di Kantor Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.

Setibanya di titik akhir tersebut, para wisatawan bisa menjadikan D’Store sebagai surga belanja yang merangkum ragam kriya khas Jawa Tengah. Strategi cerdas ini ingin mengubah pola lama dan menjadikan D’Store sebagai destinasi belanja permanen yang wajib masuk ke dalam agenda perjalanan wisatawan.

Dengan ekosistem baru ini, pelancong yang singgah di Semarang tidak hanya membawa pulang foto kenangan atau memori kuliner lokal, tetapi juga menenteng produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Daya tarik D’Store nyatanya juga sukses memikat perhatian wisatawan mancanegara. Emmy membagikan pengalaman mengejutkan saat rombongan pelancong asal China sengaja datang berbelanja setelah melihat promosi D’Store di ranah maya.

“Yang paling mengejutkan, kemarin ada beberapa turis dari Cina yang datang berbelanja ke kami. Mereka tahunya dari media sosial, dan itu alhamdulillah menjadi tanda bahwa D’Store mulai dikenal,” kata Emmy.

Menurut Emmy, sinergi apik dengan layanan bus pariwisata ini akan semakin mengukuhkan fondasi promosi digital mereka. Jika media sosial bertugas memikat atensi calon pengunjung, maka rute bus wisata berperan sebagai kendaraan nyata yang membawa mereka langsung ke meja kasir.

Strategi terpadu ini juga menuai respons positif dari masyarakat. Seorang pengunjung bernama Ratna mengaku sangat terpikat dengan konsep D’Store. Ia merasa sangat terbantu karena bisa menjelajahi kekayaan kriya lokal tanpa harus menghabiskan waktu dan tenaga berkeliling ke 35 kabupaten/kota.

“Ini benar-benar bagus banget. Kita cukup datang ke sini saja sudah bisa tahu daerah-daerah dari mana-mana dan khasnya apa saja, jadi wow banget,” ujar Ratna.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA