MTQ Nasional 2026 di Jateng Sukses Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 17:53 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, sukses mendobrak sekat eksklusivitas. Ajang keagamaan ini tidak sekadar menjadi hajatan umat Islam, melainkan telah bertransformasi menjadi pesta rakyat yang merangkul dan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan.

Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, melontarkan pandangan tersebut saat menghadiri Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026) malam. Ia menilai kemeriahan penyelenggaraan MTQ di Indonesia membuktikan bahwa nilai-nilai universal Al-Qur’an mampu memancarkan kegembiraan dan merajut tali persaudaraan bagi seluruh elemen bangsa.

“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” kata Nasaruddin.

Sang menteri kemudian membagikan pengalaman inspiratifnya saat menyambangi berbagai kegiatan keagamaan di sejumlah daerah. Ia mencontohkan pergelaran Pesparawi di Manokwari yang kepanitiaannya turut merangkul tokoh muslim. Sebaliknya, saat MTQ tingkat provinsi bergulir di Sulawesi Utara, umat Kristiani turun tangan membantu, bahkan kelompok paduan suara gereja ikut melantunkan Mars MTQ.

Pemandangan harmoni serupa juga membalut Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Warga nonmuslim tampak berbaur antusias menyambut kedatangan para kafilah di ibu kota provinsi tersebut.

Menag Nasaruddin menegaskan bahwa MTQ merupakan salah satu wujud pesta rakyat paling semarak di Tanah Air. Pemerintah terus membina kegiatan ini secara berjenjang, mulai dari pelosok desa hingga memuncak di panggung nasional.

Melihat tingginya gairah berbagai daerah yang berebut status tuan rumah, Kementerian Agama akhirnya mengambil langkah strategis dengan menggelar MTQ Nasional setiap tahun demi memperlebar kesempatan bagi daerah lain.

Lebih jauh, ia menyebut Indonesia telah menjelma sebagai salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di kancah internasional berkat besarnya skala acara dan pelibatan massa. Ia pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan seluruh jajaran panitia yang bekerja keras menyiapkan acara. Nasaruddin memuji kemeriahan di Jateng yang sudah terasa membara sejak momen peluncuran logo hingga menjelang pembukaan.

Menyambut apresiasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Kementerian Agama dan LPTQ Pusat atas mandat tuan rumah ini. Ia mengingatkan bahwa Jawa Tengah terakhir kali mengemban kehormatan ini pada 1979 atau tepat 47 tahun silam, sehingga pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjamin kelancaran acara.

Luthfi juga menyoroti berkah ekonomi dari perhelatan ini. Ia membeberkan masuknya sekitar 7.831 tamu ke Jawa Tengah yang sukses membuat tingkat hunian hotel penuh dan melambungkan pesanan kendaraan sewaan.

“Mewakili masyarakat Jawa Tengah kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kita yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia dan pada hari ini berkumpul bersama di Jawa Tengah,” katanya.

Bukti semaraknya acara ini langsung tergambar jelas pada Malam Taaruf yang menyedot perhatian berbagai elemen masyarakat. Tak sekadar menyambut kafilah dari 37 provinsi, sejumlah kepala daerah juga tampak hadir memanaskan suasana.

“Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Besok rencana ada 17 gubernur yang akan datang untuk menghadiri pembukaan,” ujar Luthfi.

Dari sisi teknis perlombaan, Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis Muhammad Hanafi, merinci bahwa MTQ Nasional XXXI ini mempertemukan 2.242 peserta tangguh. Mereka akan beradu kemampuan pada delapan cabang dan 24 golongan lomba di bawah pengawasan ketat 155 dewan hakim profesional. Panitia menyebar lokasi musabaqah ke berbagai titik di Kota Semarang untuk menjadikan ajang ini sebagai perekat silaturahmi bangsa, bukan sekadar medan kompetisi.

“Para peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari cabang tilawah hingga tafsir Alqur’an dalam tiga bahasa, serta hafalan 1 juz sampai 30 juz. Tahun ini pertama kalinya kita adakan eksibisi untuk cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara,” jelasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA