Tim Ekspedisi Patriot UNDIP berikan edukasi kesehatan reproduksi di SMPN 2 Web KeeromNALARMEDIA.COM – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 6 memberikan pembekalan penting bagi 43 siswa SMP Negeri 2 Web, Kabupaten Keerom, Papua. Edukasi ini menitikberatkan pada wawasan kesehatan reproduksi serta ancaman nyata dari konsumsi rokok, vape, hingga jeratan narkoba.
Agenda yang berlangsung pada Kamis (3/9) ini masuk dalam kerangka program Adaptive Edu-Health Senggi: Integrasi Layanan Pendidikan dan Kesehatan Berbasis Offline-First Technology di Kawasan Transmigrasi Yaffi, Keerom, Papua.
Ketua Tim 6 TEP UNDIP, Dzul Fahmi Afriyanto, S.KM., M.K.M., menjelaskan bahwa pihaknya mengemas program secara komunikatif melalui pemaparan materi, sesi tanya jawab, permainan pemecah suasana (ice breaking), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Dalam sesi kesehatan reproduksi, para pemateri mengulas dinamika transformasi fisik dan psikologis fase pubertas, sanitasi organ intim, gaya hidup sehat, asupan gizi seimbang, pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi siswi putri, serta proteksi privasi tubuh.
Selain itu, para relawan membeberkan risiko serius penggunaan rokok konvensional, rokok elektrik, dan zat adiktif terlarang. Tim TEP UNDIP meluruskan kekeliruan anggapan publik dengan menegaskan uap aerosol vape tetap menyimpan zat nikotin dan senyawa kimia berbahaya bagi paru-paru.
Dzul Fahmi memaparkan bahwa pemahaman peserta terbukti meningkat setelah menerima pembekalan. Hal itu terlihat dari lonjakan nilai rata-rata peserta sebesar 9,1 poin, yakni dari 36,4 pada pre-test menjadi 45,5 saat post-test.
Guru Agama Katolik SMPN 2 Web, Monika Jaban, S.Ag., menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai pembekalan kesehatan sangat krusial bagi kelompok usia belia agar mereka mengenali perubahan diri sekaligus bijak menentukan sikap.
Lewat kegiatan ini, TEP UNDIP berupaya menumbuhkan kemandirian anak-anak di serambi timur Indonesia dalam menjaga kesehatan dan berani menolak bujukan zat adiktif. Upaya nyata ini sekaligus mempercepat capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya pilar kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3) serta layanan pendidikan bermutu (SDG 4).