Agustina dan TNI AD Sepakat Kembangkan Pengolahan Sampah Jadi BBM di Semarang

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 08:55 14 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang menggandeng TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mempercepat penanganan persoalan sampah. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Melalui kerja sama tersebut, Kota Semarang disiapkan menjadi salah satu pilot project nasional pengolahan sampah menjadi BBM.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan bersama antara Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabesad, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Agustina mengatakan persoalan sampah di Kota Semarang membutuhkan penanganan yang lebih serius. Menurutnya, pemerintah tidak dapat terus mengandalkan metode konvensional jika ingin mengurangi timbulan sampah secara signifikan.

“Persoalan sampah sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa terus menggunakan cara lama. Teknologi harus dipakai untuk mengurangi sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Agustina.

Dalam rencana penerapan teknologi pirolisis tersebut, Semarang menjadi salah satu daerah yang diproyeksikan sebagai lokasi percontohan.

Selain Semarang, sejumlah wilayah lain yang masuk dalam rencana penerapan teknologi pengolahan sampah tersebut yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

Agustina mengatakan kolaborasi dengan TNI AD menjadi bagian dari upaya membangun penanganan sampah melalui kerja sama lintas sektor.

Ia menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh keberadaan teknologi, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kalau Kota Semarang dipercaya menjadi bagian dari pilot project nasional, maka ukurannya adalah berapa banyak sampah yang bisa dikurangi, seberapa aman teknologinya, dan sebesar apa manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.

Agustina menegaskan, rencana pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis bukan berarti menghapus program pengurangan dan pemilahan sampah dari masyarakat.

Pemkot Semarang tetap mendorong pengelolaan sampah dari tingkat sumber melalui program Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah.

Sementara itu, teknologi pirolisis akan diarahkan untuk mengolah residu yang tidak lagi dapat ditangani melalui pemilahan ataupun metode pengolahan konvensional.

“Teknologi bukan berarti masyarakat boleh berhenti memilah sampah. Semakin maju teknologinya, semakin penting sampah dipilah dari sumbernya,” tegas Agustina.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh. Perubahan perilaku masyarakat, pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan residu harus menjadi satu kesatuan sistem.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak ditempatkan sebagai satu-satunya solusi, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Pemkot Semarang juga akan memastikan rencana penerapan teknologi pirolisis memperhatikan berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keselamatan, regulasi hingga keberlanjutan ekonomi.

Agustina mengatakan pemerintah tidak ingin sekadar mendatangkan teknologi yang terlihat modern tanpa memastikan efektivitasnya dalam menyelesaikan persoalan sampah.

“Kita tidak sedang mencari teknologi yang sekadar canggih. Kita mencari teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah. Kalau sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan hasil pengolahannya bisa memberi nilai tambah, itu baru namanya solusi,” ungkapnya.

Kolaborasi Pemkot Semarang dan TNI AD tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi pengelolaan sampah di Kota Semarang.

Program percontohan itu nantinya diharapkan mampu menghasilkan model pengelolaan sampah yang terukur, aman, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi, sekaligus dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam menangani persoalan sampah.(**)

LAINNYA