Ahmad Luthfi Ringankan Beban UKT Ratusan Mahasiswa Korban Gempa NTT di Jateng

waktu baca 3 menit
Senin, 7 Sep 2026 14:40 20 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun tangan langsung meringankan beban ekonomi para mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di wilayah Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyalurkan paket bantuan komprehensif, mulai dari subsidi uang kos, pelunasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga pemenuhan kebutuhan bahan pokok bagi mahasiswa yang kampung halamannya luluh lantak akibat bencana gempa bumi.

Gubernur menyerahkan bantuan tersebut secara langsung saat menyambangi salah satu kos mahasiswa di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (7/9/2026). Rombongan pejabat teras turut mendampingi langkah Luthfi, termasuk Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, sejumlah jajaran kepala dinas, hingga Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.

“Kalian di sini anak saya. Apa yang menjadi kekurangan dan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan masyarakat NTT juga saya rasakan. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya” ucap Luthfi saat berdialog dengan perwakilan mahasiswa NTT.

Dalam forum dialog yang hangat tersebut, Luthfi menggali langsung berbagai kekhawatiran yang menghantui para perantau akademis ini. Mahasiswa menceritakan kelumpuhan roda ekonomi di sejumlah wilayah NTT, nasib orang tua yang masih bertahan di tenda pengungsian, hingga fakta mengenai beberapa daerah terisolasi yang belum tersentuh bantuan logistik sama sekali.

“Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini (Jateng) kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi, kita minta keringanan atau kita tanggung biaya kuliah, juga biaya kos selama 1-3 bulan,” jelasnya.

Momen haru sempat mewarnai sela-sela dialog ketika seorang mahasiswi Untag Semarang, Maria Riani Nake, tak kuasa membendung air matanya. Tangisnya pecah saat mengingat kondisi keluarganya di kampung halaman, sementara ia bersama kakak dan adiknya harus tetap memeras keringat menyelesaikan kuliah di Semarang. Melihat situasi emosional tersebut, Ahmad Luthfi segera menenangkan Maria dan memompa semangat para mahasiswa agar tidak menyerah pada keadaan.

“Saya terharu, karena sudah dianggap anak oleh Pak Gubernur Jateng,” ujar Maria.

Mahasiswa asal Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Alfonsius Joivan Sar, ikut membagikan kisah pilu mengenai daerah asalnya. Ia menyebut topografi yang ekstrem membuat pasokan bantuan dari luar daerah sulit menembus kampung halamannya. Hingga kini, keluarganya terpaksa menghuni posko darurat karena rumah mereka rusak parah dan tidak layak huni.

Data sementara dari himpunan mahasiswa NTT di Kota Semarang mencatat sedikitnya 172 perantau terdampak langsung oleh bencana ini. Mereka datang dari berbagai wilayah, seperti Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, hingga Maumere. Pemerintah memproyeksikan angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya proses pendataan lanjutan.

Merespons temuan tersebut, pemerintah langsung menggelontorkan program Jaminan Sosial berupa 172 paket Sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS). Setiap mahasiswa menerima paket senilai Rp250 ribu, sehingga total akumulasi bantuan tersebut mencapai angka Rp43 juta.

“Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami. Uang UKT dan uang kos,” ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Armansyah.

Perwakilan mahasiswa Untag lainnya, Yuvensius Daseli, memperkirakan total populasi mahasiswa asal NTT yang menimba ilmu di Kota Semarang menyentuh angka 300 orang. Para perantau ini tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Yuvensius tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas aksi cepat tanggap dan kepedulian luar biasa dari Pemprov Jateng.

“Jujur saja, kami terharu dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur tadi. Terharu sekali Pak Gubernur menyampaikan langsung bahwa beliau menjadi orangtua kami di sini. Data mahasiswa yang saya rekap itu ada hampir 300 orang, itu di Semarang saja,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA