Antisipasi Banjir, DPU Semarang Kebut Proyek Drainase di Sejumlah Titik

waktu baca 3 menit
Jumat, 25 Sep 2026 01:03 38 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mempercepat penyelesaian deretan proyek infrastruktur vital memasuki September 2026. Instansi teknis ini menargetkan pembenahan saluran drainase perkotaan serta perbaikan jalan rusak tuntas paling lambat pertengahan Desember mendatang.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto menegaskan, para rekanan terus menggenjot progres konstruksi lapangan agar seluruh sistem pembuangan air siap beroperasi sebelum puncak musim hujan tiba.

“September ini masih cukup waktu. Kebanyakan selesainya pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20,” kata Suwarto.

Suwarto menerangkan bahwa pihaknya kembali melanjutkan proyek yang sempat tertunda akibat pertimbangan kelancaran arus lalu lintas, salah satunya galian drainase di koridor Jalan Pierre Tendean.

Selain poros Pierre Tendean, DPU Semarang mempercepat revitalisasi saluran air di area Gajah serta membenahi sarana pendukung di lingkar Simpang Lima.

“Untuk Jalan Pierre Tendean drainase, kemudian Gajah juga drainase. Kalau Simpang Lima ini drainase untuk lapak-lapak PKL diperbesar karena selama ini kecil dan menimbulkan bau,” jelasnya.

Suwarto menambahkan, tim perencana merancang saluran Simpang Lima agar petugas lebih praktis saat membersihkan endapan lumpur serta sampah, sehingga genangan air tidak lagi menyumbat aktivitas pusat kota.

Di luar tiga titik sentral tersebut, DPU Semarang memasang beton U-Ditch di kawasan Muktiharjo Lor, merampungkan rumah pompa di Taman Hasanudin, serta memuluskan ruas jalur penghubung menuju Ungaran.

“Yang lain ada pembangunan U-Ditch di Muktiharjo Lor, kemudian pompa di Taman Hasanudin, serta perbaikan jalan-jalan yang menuju akses ke Ungaran,” ujarnya.

Suwarto menggarisbawahi bahwa kesiapan jaringan drainase memegang kunci utama dalam meminimalkan luapan air saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah perkotaan.

Sebelumnya, dinas teknis telah menangani simpul air di Simpang Lima dan Jalan Pahlawan. DPU bahkan menyisipkan grill berbahan baja (steel) khusus untuk menyaring aliran permukaan di Jalan Pahlawan.

Instalasi yang memakan waktu pengerjaan dua bulan ini berfungsi membelokkan limpasan air dari dataran tinggi Jalan Diponegoro langsung menuju saluran sabuk Sriwijaya tanpa meluber ke lingkar Simpang Lima.

“Supaya air yang loncat dari Diponegoro itu tidak langsung ke Simpang Lima, tetapi masuk ke saluran sabuknya Sriwijaya,” katanya.

Selama proses pengerjaan di badan jalan, DPU terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan antrean kendaraan.

Sementara itu, DPU memproyeksikan beberapa penanganan jalan yang belum tuntas pada tahun berjalan ke dalam rencana kerja 2027, mencakup ruas Tanjung Mas, koridor Citarum, serta jalur logistik lainnya.

Terkait mundurnya perbaikan Jalan Citarum ke tahun depan, Suwarto memohon maaf kepada para pengendara mengingat jalur tersebut menanggung beban perlintasan armada berat industri menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

“Citarum itu untuk lintasan kendaraan berat. Karena jalan dari arteri, sekarang kendaraan tidak lewat Majapahit, tetapi lewat Citarum langsung ke pedurungan,” jelasnya.

Pada titik lain seperti Manyaran, penanganan badan jalan bergulir secara bertahap guna mengimbangi kepadatan angkutan barang bertonase besar yang melintas setiap hari.

Suwarto memastikan keterbatasan rentang waktu pengerjaan dan kepadatan lalu lintas menjadi tantangan utama yang terus dikelola secara presisi di lapangan.

“Kita tetap berupaya untuk melayani masyarakat di jalan ini,” tuturnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA