Diserbu Warga, UMKM Pameran Serambi Nusantara Kewalahan Layani Pembeli

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 00:57 12 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Ajang Pameran Serambi Nusantara yang menjadi rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, sukses menyedot animo luar biasa. Pameran ini menjelma sebagai magnet penarik bagi warga yang berlomba-lomba berburu ragam produk khas dari berbagai daerah Nusantara.

Panitia menggelar pameran berskala nasional ini di Kawasan Parkir Plaza Simpanglima, Kota Semarang, dengan jadwal pelaksanaan mulai 12 hingga 19 September 2026. Sejak hari pertama pembukaan, lautan pengunjung terus memadati area stan tanpa henti.

Delegasi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Lintje Siwabessy Paiman, menganggap keikutsertaan timnya sebagai peluang emas. Ia memanfaatkannya secara maksimal untuk mempromosikan mahakarya para perajin dan produk andalan pelaku UMKM dari daerahnya ke kancah nasional.

“Kami sangat antusias karena mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk-produk Kabupaten Mimika secara khusus, Provinsi Papua Tengah secara umum, serta Papua secara keseluruhan,” kata Lintje di lokasi pameran, Senin (14/9/2026).

Rombongan Papua Tengah memboyong aneka komoditas eksotis. Pengunjung bisa menjumpai kopi lokal, mahkota khas Papua, tas noken, hingga karya ukiran dan anyaman buatan suku Amungme dan Kamoro. Menariknya, para perajin merajut sejumlah tas noken tersebut menggunakan serat batang anggrek serta serat pohon melinjo yang warga setempat sebut sebagai nemo.

Selain barang kerajinan, mereka turut menjajakan aneka olahan pangan unik seperti mi sagu, stik mangrove, keripik tambelo, sarang semut, dan buah merah. Lintje meyakini deretan produk eksklusif tersebut sukses memamerkan kekhasan dan daya saing tinggi milik UMKM Mimika.

Daya tarik produk khas Papua Tengah ini memicu rasa penasaran pengunjung. Pada hari perdana pameran, tim Dekranasda Mimika bahkan mengaku sangat kewalahan melayani gelombang masyarakat yang menyerbu stan mereka.

“Kami berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk, menjelaskan keunikannya, dan menarik sebanyak mungkin masyarakat agar mengunjungi stan Papua Tengah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lintje melontarkan pujian atas kesiapan dan kepiawaian panitia penyelenggara. Ia merasa sangat nyaman selama berjualan berkat arena pameran yang selalu bersih dan kemudahan alur komunikasi sejak rombongan menjejakkan kaki di Semarang.

“Tempat pamerannya bersih dan setiap hari ada petugas yang membersihkan. Sejak pertama tiba dan melihat stand, kami juga langsung dilayani oleh perwakilan dinas perdagangan dan Kementerian Agama,” jelasnya.

Pelayanan prima ini sangat membantu peserta dari luar daerah untuk berkoordinasi dengan panitia secara cepat. Dukungan logistik tersebut otomatis memompa semangat para kontingen daerah dalam memasarkan produk unggulannya.

Kesan positif serupa juga datang dari Wiwit, salah satu pelaku UMKM perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia meramaikan pameran dengan menjual kain, sarung, baju, celana, serta aneka produk tenun khas Lombok yang ia patok dengan harga Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat di Semarang sangat tinggi. Banyak yang datang berkunjung dan berbelanja. Kami juga mendapat stand gratis serta fasilitas makan siang dan makan malam,” kata Wiwit.

Melihat semaraknya bazar ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa keterlibatan ratusan UMKM dari seluruh provinsi membuktikan kemampuan ajang MTQ dalam membuka ruang promosi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lintas daerah. Sebagai informasi, pameran ini melibatkan 150 stan yang berasal dari unsur provinsi, kabupaten/kota, pelaku kuliner, kementerian, mitra kerja, dan peserta mandiri.

“Melalui MTQ, UMKM dari seluruh provinsi ikut menampilkan kearifan lokal masing-masing, baik makanan, kerajinan, fesyen, maupun produk lainnya,” ujarnya.

“Per hari sekitar Rp500 juta pendapatan yang dihasilkan oleh mereka. Kalau satu minggu sudah berapa?. Bagus sekali ini,” tambah Luthfi seusai meninjau pameran tersebut.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA