Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tinjau lomba MTQ Nasional 2026.NALARMEDIA.COM – Pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah sukses melampaui batas sekadar arena kompetisi tilawah. Hajatan akbar ini telah menjelma sebagai panggung strategis untuk memperkuat jalinan kolaborasi antarberbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dan seluruh elemen masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa penunjukan sejumlah perguruan tinggi sebagai lokasi perlombaan menjadi bukti nyata solidnya kolaborasi lintas sektor tersebut. Luthfi menilai pihak kampus tidak sekadar menyewakan fasilitas gedung, melainkan ikut mengambil peran aktif dalam mendakwahkan syiar nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat luas.
Panitia memang menyebar sejumlah cabang perlombaan ke berbagai institusi pendidikan terkemuka di Kota Semarang. Dua kampus yang mengemban tugas penting tersebut adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dan Universitas Diponegoro (Undip).
“Tadi di UIN sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al-Qur’an. Hari ini kami juga meninjau perlombaan (cabang kaligafri) di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas,” kata Luthfi seusai meninjau pelaksanaan sejumlah cabang MTQ di UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro, Semarang, Senin, 14 September 2026.
Lebih lanjut, Luthfi memandang MTQ Nasional XXXI ini telah menjadi kebanggaan komunal. Euforia perhelatan ini tidak hanya mengakar di kalangan sivitas akademika maupun umat Islam semata. Pemerintah sukses merangkul partisipasi aktif dari masyarakat umum, tokoh lintas agama, pelaku UMKM, hingga kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia.
Bukti nyata semangat kebersamaan tersebut memancar kuat dari keterlibatan warga lintas agama pada malam pembukaan MTQ. Luthfi menyoroti antusiasme para pelajar dari sekolah nonmuslim yang berbaur menyanyikan Mars MTQ secara serentak hingga sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
“MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat nonmuslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI,” jelasnya.
Luthfi meyakini bahwa partisipasi harmonis dari berbagai kelompok masyarakat ini mengirimkan pesan kuat. Kondisi ini membuktikan bahwa nilai-nilai universal Al-Qur’an mampu menjelma sebagai fondasi utama untuk merawat toleransi, memperkokoh persatuan, dan menciptakan kedamaian antaranak bangsa.
“Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin. Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini, semuanya dapat bersatu,” tegasnya.
Sang Gubernur menaruh harapan besar agar atmosfer kedamaian dan kebersamaan ini tidak menguap begitu saja saat kompetisi berakhir. Ia mendesak warga Jawa Tengah untuk terus merawat dan menghidupkan nilai-nilai luhur tersebut dalam keseharian mereka.
“Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia,” kata Luthfi.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan pemerintah yang menunjuk kampusnya sebagai salah satu tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Guna menyukseskan acara, Undip telah menyiagakan dua fasilitas representatif, yakni Gedung Prof. Soedarto, S.H. dan Auditorium Imam Bardjo.
“Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya, serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah,” ujarnya.