Gubernur Ahmad Luthfi Temui Jateng Guyub, Pastikan Tindak Lanjut Aspirasi Warga

waktu baca 4 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 15:04 10 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut langsung kedatangan perwakilan masyarakat dari kelompok Jateng Guyub di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Jumat (24/7/2026).

Kelompok warga tersebut membawa dan menyampaikan sejumlah isu krusial kepada Gubernur. Isu-isu yang mereka soroti mencakup permasalahan agraria, kelestarian lingkungan, hingga pengembangan sektor pertanian.

Saat berdialog secara terbuka, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Rumah Rakyat berfungsi sebagai ruang komunikasi bebas bagi seluruh warga yang ingin menyuarakan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.

Ia menilai kebebasan berpendapat di muka umum sebagai hak konstitusional setiap warga negara yang mendapat jaminan penuh dari undang-undang. Syaratnya, warga harus menyampaikannya secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Saya senang sekali Bapak-bapak telah datang ke sini. Dari kemarin draft-nya sudah disiapkan oleh Pak Asisten. Masalah tebu sudah ada penyelesaian, lingkungan hidup dan lain sebagainya. Jadi inilah wajah rumah gubernur adalah rumah rakyat,” ujarnya.

Ahmad Luthfi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi Jateng Guyub karena berjalan sangat kondusif. Ia meyakini sikap tertib masyarakat saat menyampaikan pendapat merupakan modal utama untuk bersama-sama membangun daerah.

Lebih lanjut, Gubernur memaparkan bahwa jajarannya sudah mulai memproses berbagai tuntutan warga tersebut semenjak pertemuan perdana dengan perwakilan Jateng Guyub pada Senin (20/7/2026) lalu.

Meskipun ia kerap turun ke berbagai daerah untuk menjalankan agenda pemerintahan, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus bekerja mendata dan merespons setiap laporan warga secara proaktif.

“Itulah mekanisme daripada pemerintahan. Bukan one man show, bukan Superman,” tegasnya.

Untuk membuktikan respons cepat pemerintah, Luthfi menyebutkan bahwa Pemprov Jateng sudah menyiapkan 56 unit truk angkutan tebu guna membantu para petani di Kabupaten Blora.

Langkah konkret ini menjadi jawaban langsung atas keluhan yang warga sampaikan sebelumnya, dan saat ini pemerintah hanya tinggal mengeksekusi pelaksanaannya di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Luthfi turut memperingatkan seluruh jajaran SMA Negeri di Jawa Tengah agar menjauhi praktik titip-menitip siswa atau pungutan liar selama proses pendidikan berlangsung. Ia berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas kepada kepala sekolah yang berani melanggar aturan tersebut.

“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip (jasa penitipan). Kalau ada, saya copot kepseknya (kepala sekolahnya),” tegas Luthfi.

Audiensi tersebut juga membahas dugaan kriminalisasi yang menimpa sejumlah warga di Blora, seperti yang disuarakan oleh salah satu perwakilan.

Menanggapi isu ini, Luthfi menjelaskan batas kewenangan Pemprov Jateng yang tidak bisa mencampuri ranah penegakan hukum. Namun, ia memastikan pemerintah bersedia memfasilitasi koordinasi dan memberikan pendampingan jika warga membutuhkannya.

“Kalau pendampingan oke. Tetapi aspek penegakan hukum itu ada di kepolisian, ada di kejaksaan bukan di gubernuran,” katanya.

Kendati demikian, ia menjamin instansinya akan terus mengawal dan merespons semua laporan yang masuk sesuai dengan porsi kewenangan pemerintah daerah.

“Saya sudah sampaikan, aduan yang masuk akan saya datangi,” ujarnya.

Melengkapi pernyataan Gubernur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, mengonfirmasi bahwa Pemprov Jateng telah mencatat semua masukan dari kelompok Jateng Guyub.

Cakupan aspirasi warga ini sangat luas, mulai dari isu pertambangan, pertanian, konflik agraria, dugaan kriminalisasi, perbaikan infrastruktur, hingga polemik angkutan tebu.

“Kami telah menerima seluruh masukan masyarakat yang menurut kami sangat bagus,” kata Iwan sapaan akrabnya.

Iwan menambahkan, Pemprov Jateng akan langsung mengeksekusi urusan yang berada di bawah wewenang mereka. Sementara itu, untuk isu yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten/kota, pihaknya akan menjembatani koordinasi lebih lanjut bersama instansi terkait.

Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi yang selalu memprioritaskan metode dialog untuk mencari jalan keluar. Oleh karena itu, Rumah Rakyat akan terus beroperasi sebagai jembatan komunikasi andalan antara pejabat dan warganya.

Dari pihak warga, Koordinator Aksi Jateng Guyub, Joko Priyanto, menyambut baik keterbukaan Gubernur Ahmad Luthfi dalam merespons langsung suara mereka.

Joko menyebut kelompoknya secara khusus membawa banyak permasalahan lintas wilayah di Jawa Tengah untuk mereka sampaikan ke telinga Pemprov.

Ia pun menegaskan bahwa elemen masyarakat akan menjaga ritme komunikasi yang intens bersama Pemprov Jateng demi mengawal ketat penyelesaian beragam problem mendasar, seperti konflik lahan, tata kelola tambang, kemajuan sektor pertanian, hingga pemerataan infrastruktur daerah.

Di sisi lain, Itor, salah seorang perwakilan Jateng Guyub asal Batang, menaruh harapan besar agar komitmen pemerintah tersebut tidak hanya berhenti pada ruang dialog, melainkan segera terwujud dalam bentuk tindakan nyata di lapangan.

“Kita tetap masih percaya dengan sistem yang di Jateng. Saya mohon setegas-tegasnya sistemnya itu benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA