Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Kendal Siap Serap 10 Ribu Pekerja

waktu baca 3 menit
Senin, 15 Jun 2026 21:10 11 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemodal asal Tiongkok resmi menanamkan modal sekitar Rp15 triliun untuk membangun industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Proyek strategis ini memiliki target untuk membuka lapangan kerja baru bagi 10 ribu orang.

Penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dengan PT New Generation Mobility (NGM), serta kesepakatan PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), menjadi penanda resmi masuknya dana segar tersebut. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, beserta Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari turut menyaksikan langsung prosesi kesepakatan ini di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 15 Juni 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa tren investasi di wilayahnya terus menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun dunia sedang menghadapi tekanan fiskal dan dinamika geopolitik. Ia berharap masuknya modal baru ini mampu menciptakan peluang kerja yang luas bagi warga sekitar.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek ini mengintegrasikan sektor pembuatan kendaraan listrik dengan pengembangan energi terbarukan.

“Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan,” jelasnya.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal, Bryan W Sudarwo, menyebutkan bahwa aliran dana dari PT NGM dan PT CSCEC akan mempercepat pertumbuhan kawasan industri yang khusus berfokus pada kendaraan listrik. Lini produksi akan mencakup pembuatan baterai, ban, hingga suku cadang untuk kendaraan listrik komersial maupun sepeda motor listrik.

“Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

Bryan juga menargetkan pengembangan KIS Kendal mampu merekrut hingga 10 ribu pekerja, dengan memprioritaskan warga lokal dan masyarakat sekitar kawasan sebagai tenaga kerja utama.

“Tenaga lokal kita utamakan. Pasti itu. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50%, jadi kita pakai semua sumber daya lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan PT NGM, Hadi Hartanto, mengungkapkan alasan perusahaannya memilih Jawa Tengah sebagai lokasi penanaman modal karena posisinya yang strategis di titik sentral Pulau Jawa. Ia juga menilai pemerintah setempat berhasil menjaga kondusivitas wilayah dengan sangat baik.

“Mungkin jodoh. Kemudian keamanan sosial, di Jawa Tengah lebih aman dan tentram. Juga adanya KEK (kawasan ekonomi Kendal) yang memasukan banyak investor, juga kemudahan perizinan yang bagus di Jawa Tengah,” jelasnya.

Hadi memproyeksikan potensi raksasa yang dimiliki industri EV Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, para pelaku usaha harus mengintegrasikan industri ini sekaligus fokus menjalankan program hilirisasi. Ia menekankan bahwa sektor penggerak motor, kelistrikan, dan baterai harus memiliki fondasi yang kuat untuk mempercepat transformasi masyarakat menuju penggunaan kendaraan listrik.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA