Jawa Tengah Siaga! 162 Bencana Kepung Jateng dalam 4 Bulan, Pemprov Gaspol Mitigasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Apr 2026 11:18 8 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Provinsi Jawa Tengah menghadapi ancaman bencana yang cukup tinggi sepanjang awal tahun 2026. Dalam kurun waktu 1 Januari hingga 12 April 2026, tercatat ada 162 kejadian bencana yang melanda berbagai daerah di provinsi ini.

Mayoritas bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pemerintah provinsi terus mengintensifkan upaya penanganan bencana secara komprehensif, mulai dari tahap pencegahan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota terus melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya penanggulangan bencana,” ujarnya saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Semarang, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, penguatan cadangan logistik menjadi salah satu fokus utama agar distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemprov juga berupaya meningkatkan kapasitas daerah melalui penguatan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana kebencanaan.

“Kami terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar penanganan bencana berjalan terpadu dan efektif,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menyoroti bencana tanah bergerak yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti di Kabupaten Tegal dan Kota Semarang.

Di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, bencana tanah bergerak yang terjadi sejak awal Februari telah merusak ratusan rumah warga dan infrastruktur. Sementara di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, peristiwa serupa terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Bencana tanah bergerak ini memerlukan perhatian serius karena berdampak langsung pada tempat tinggal masyarakat,” tegasnya.

Ketua Tim Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menyatakan pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat, khususnya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana agar penanganan hunian bagi korban dapat segera direalisasikan.

Selain membahas penanganan tanah bergerak, pertemuan itu juga menyoroti sejumlah langkah mitigasi lain, seperti pembangunan kolam retensi di Pati dan Kudus serta kelanjutan proyek tanggul laut di Sayung, Demak.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII DPR RI juga menyerahkan berbagai bantuan untuk Jawa Tengah dengan nilai mencapai triliunan rupiah. Bantuan itu berasal dari sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk dukungan sosial, sertifikasi halal gratis untuk pelaku UMKM, hingga bantuan kebencanaan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana dapat semakin kuat hingga akhir tahun. (*)

LAINNYA