Liburan Makin Memuaskan, Pemprov Jateng Rancang Paket Wisata Lintas Daerah dengan Konsep Aglomerasi

waktu baca 3 menit
Selasa, 23 Jun 2026 13:10 1 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) saat ini tengah menyusun strategi pengembangan aglomerasi wisata antar daerah. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

Konsep aglomerasi ini akan merangkai berbagai destinasi wisata unggulan dari tiap kabupaten dan kota ke dalam satu paket perjalanan wisata yang utuh. Harapannya, masyarakat luas dapat merasakan dampak positif perputaran ekonomi secara lebih merata.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai sektor pariwisata memerlukan kolaborasi antarwilayah dan tidak bisa berdiri sendiri. Ia mendorong setiap daerah untuk saling mengkoneksikan destinasi wisata masing-masing guna memberikan pilihan liburan yang lebih beragam bagi para pelancong dalam sekali jalan.

“Jadi kalau wisatawan datang ke satu daerah, bisa lanjut ke daerah lain dalam satu rangkaian perjalanan,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin 22 Juni 2026.

Luthfi menyoroti beberapa kawasan yang memiliki potensi besar untuk terintegrasi. Contohnya, wilayah tengah bisa mencakup rute Batang–Dieng–Temanggung, sementara kawasan Pantura Barat dapat menggabungkan rute Brebes–Kota Tegal–Kabupaten Tegal–Pemalang.

Paket perjalanan ini kelak tidak sebatas menyajikan pesona alam, melainkan turut mengintegrasikan wisata religi, atraksi budaya, kekayaan kuliner, produk ekonomi kreatif, sampai ekosistem halal untuk mendukung ekonomi syariah.

Ia pun menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung seiring dengan berjalannya program pariwisata ini. Pemerintah daerah harus memastikan akses jalan raya menuju lokasi wisata dalam kondisi prima sejak dini.

“Jangan sampai wisata yang kita bangun, tetapi infrastrukturnya tidak ada. Karena itu harus disiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Menyambung rencana tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudpar) Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengungkapkan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sekitar seribu desa wisata demi memperkuat ekosistem pariwisata Jateng.

“Sekitar seribu desa wisata dari kabupaten dan kota sudah kami koordinasikan untuk disiapkan dan direncanakan diluncurkan pada akhir tahun 2026,” kata Hanung.

Pemprov Jateng juga tengah merapikan kalender event daerah sebagai langkah strategis lanjutan. Mereka siap mendorong masuknya acara-acara berskala nasional maupun internasional ke dalam agenda tetap demi menarik lebih banyak turis serta memperpanjang durasi liburan pengunjung.

Hanung turut menjelaskan bahwa inovasi aglomerasi ini akan memanfaatkan sistem informasi digital. Inovasi teknologi ini bertujuan memudahkan para turis mengakses detail destinasi, rekomendasi kuliner, sentra ekonomi kreatif, hingga ketersediaan penginapan hanya melalui satu platform yang terintegrasi.

“Harapannya wisatawan yang datang ke Jawa Tengah bisa melihat berbagai alternatif tujuan wisata yang saling terhubung dan dapat dikunjungi dalam beberapa hari sekaligus,” ujarnya.

Pada forum tersebut, para kepala daerah berlomba memaparkan potensi pariwisata andalan mereka. Kota Pekalongan berencana memaksimalkan wisata religi Makam Sapuro serta kawasan Pecinan. Selanjutnya, Kabupaten Pekalongan siap mempromosikan pesona Linggoasri, Petungkriyono, dan Paninggaran. Dari Kabupaten Pemalang, Pantai Widuri dan aktivitas wisata petualangan Via Ferrata di Gunung Jimat menjadi daya tarik utama. Tidak ketinggalan, Kabupaten Tegal mengangkat kawasan favorit Guci dan Kaligua untuk meramaikan konsep aglomerasi ini.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA