Kondisi Pasien Keracunan SMKN 6 Semarang Makin Membaik, Dinkes Tetap Siagakan Tim Medis

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 15:13 3 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang membawa kabar baik terkait penanganan medis para siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang yang menjadi korban keracunan makanan. Memasuki hari Sabtu (1/8/2026), pemerintah memastikan mayoritas pasien telah pulih, sementara tim medis tidak lagi menemukan tambahan kasus baru di lapangan.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, memastikan pihak Puskesmas Halmahera telah mengizinkan seluruh pasien untuk pulang setelah mereka merampungkan masa perawatan.

“Siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Halmahera seluruhnya sudah membaik dan dipulangkan. Pasien yang masih berada di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu juga terus mengalami perbaikan kondisi secara signifikan,” ujar Hakam.

Berdasarkan hasil pantauan laporan surveilans aktif maupun pasif, pemerintah menegaskan situasi saat ini sudah sepenuhnya terkendali tanpa ada keluhan gejala susulan dari pihak sekolah. Selain itu, pemerintah juga menjamin kelancaran biaya perawatan medis seluruh korban yang mendapat rujukan ke puskesmas dan rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.

“Seluruh proses perawatan medis para siswa dan guru berjalan optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Walaupun situasi medis di lapangan sudah berangsur landai, Dinkes Kota Semarang menolak untuk mengendurkan pengawasan. Instansi ini tetap menyiagakan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk memantau terus perkembangan kesehatan para siswa hingga seluruh pasien rawat inap benar-benar sembuh dan bisa beraktivitas normal.

Pemerintah daerah mengambil langkah preventif ini demi menjamin kepastian pemulihan total seluruh korban terdampak, sebelum akhirnya menutup laporan penanganan resmi.

“Tim TGC tetap siaga di lapangan sampai seluruh kasus terkonfirmasi sehat. Setelah seluruh rangkaian pemantauan selesai dan dinyatakan tuntas, kami segera mengirimkan laporan pembaruan akhir kepada Kementerian Kesehatan melalui sistem SKDR MBG,” pungkas Hakam.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA