Wagub Taj Yasin Ajak Warga Hadiri Pembukaan MTQ Nasional 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 17:48 12 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memadati kawasan Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang. Ia mempersilakan warga hadir langsung menyaksikan kemegahan malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Panitia telah merancang perhelatan akbar ini dengan menyuguhkan deretan pertunjukan spektakuler. Pengunjung akan menikmati pesona tarian kolosal, lantunan Mars MTQ dari 25 ribu peserta, hingga aksi panggung penyanyi religi Opick. Aksi massal menyanyikan lagu tema MTQ tersebut sekaligus menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Menyadari besarnya daya tarik acara, Taj Yasin menegaskan kembali bahwa pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga umum. Ia meminta masyarakat tidak ragu meramaikan kawasan Simpang Lima.

“Masyarakat bisa menikmati (pembukaan MTQ), di situ ada tarian kolosal, lalu ada Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI,” kata Taj Yasin, di kompleks kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Jumat (11/9/2026).

Pada awalnya, panitia merancang upacara pembukaan ini dengan standar protokoler kenegaraan yang ketat. Namun, setelah jajaran pimpinan melakukan koordinasi ulang, panitia sepakat melonggarkan akses agar warga lokal bisa ikut merasakan euforia perayaan tersebut.

“Monggo masyarakat, saya minta datang saja enggak masalah. Kita sudah menyiapkan tempat-tempatnya yang ada di Simpang Lima, mereka bisa langsung menikmati acara pembukaan MTQ,” ajaknya.

Menyinggung soal pemecahan rekor MURI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, Saiful Mujab, merinci skema partisipasi massa. Ia membeberkan bahwa panitia tidak hanya mengandalkan massa di lokasi, tetapi juga menggerakkan sekitar 180 ribu peserta yang bergabung secara virtual melalui platform Zoom.

“Rekor MURI terkait lagu Mars MTQ yang insyaallah akan dihadirkan secara offline sebanyak 25.000 orang, adapun yang 180 riby orang itu melalui Zoom dari seluruh masyarakat, sekolah dan lain sebagainya,” kata Saiful.

Secara keseluruhan, Saiful memastikan kesiapan Jawa Tengah memikul tanggung jawab sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Pemerintah daerah telah menyiagakan seluruh petugas operasional, memfasilitasi kebutuhan kafilah, hingga mematangkan infrastruktur lokasi perlombaan demi menjamin kelancaran acara.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menitipkan pesan khusus kepada warga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memancarkan sikap ramah dan memuliakan puluhan ribu tamu yang menjejakkan kaki di tanah Jawa Tengah.

Sumarno menyoroti kehadiran setidaknya 17 gubernur dari berbagai daerah dalam malam pembukaan tersebut. Menurutnya, keramahtamahan warga lokal memegang peranan sangat vital untuk mengukuhkan kesuksesan Jawa Tengah sebagai tuan rumah ajang berskala nasional ini.

Menghadapi serbuan ribuan tamu dari luar daerah, Sumarno mendorong warga memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Jawa Tengah harus mengambil kesempatan ini untuk memberikan standar pelayanan terbaik sekaligus memamerkan karakter masyarakat lokal yang santun dan hangat.

Sang Sekda juga melempar instruksi tegas kepada jajaran panitia dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengemban tugas sebagai Liaison Officer (LO). Ia menuntut mereka melayani setiap kebutuhan kafilah secara maksimal tanpa cela.

“Saya selalu menekankan bahwa kita menjadi tuan rumah, tentu saja menjadi tuan rumah yang baik. Bagaimana kita memuliakan tamu,” ujarnya.

Sumarno menaruh harapan besar agar ketulusan pelayanan aparat dan warga mampu mengukir kesan positif yang mendalam di hati para kafilah selama mereka beraktivitas di Jawa Tengah.

Jika para tamu membawa pulang kenangan manis, mereka dipastikan akan menceritakan pengalaman tersebut kepada keluarga dan kolega di kampung halaman. Promosi dari mulut ke mulut ini kelak akan menarik mereka kembali berkunjung ke Jawa Tengah sembari memboyong lebih banyak kerabat.

Pada akhirnya, Sumarno meyakini efek domino dari pelayanan prima ini akan mendongkrak denyut nadi sektor pariwisata Jawa Tengah melalui lonjakan angka kunjungan wisatawan di masa mendatang.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA