Johan Manzambi melakukan selebrasi setelah mencetak gol untuk Timnas Swiss melawan Bosnia di Piala Dunia 2026 NALARMEDIA.COM – Tim nasional Swiss berhasil memuncaki klasemen Grup B Piala Dunia FIFA 2026. Mereka meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina. Pemain muda Johan Manzambi tampil sebagai pahlawan berkat performa gemilangnya melawan tim lawan yang terpaksa bermain dengan sepuluh orang.
Bintang asal klub Freiburg tersebut mencetak dua gol krusial pada babak kedua yang sarat aksi. Kemenangan impresif ini memantapkan posisi Swiss setelah mereka hanya meraih hasil imbang saat melawan Qatar pada laga pembuka.
Pertandingan sebenarnya berjalan cukup monoton pada babak pertama. Namun, tensi permainan langsung meningkat drastis setelah turun minum. Manzambi yang masuk dari bangku cadangan langsung memecah kebuntuan dengan melepaskan tembakan keras tak terduga yang gagal ditahan kiper lawan.
Pemain pengganti lainnya, Ruben Vargas, turut menggandakan keunggulan Swiss lewat penyelesaian cerdas menggunakan kaki kanannya. Vargas kemudian tampil sebagai kreator dengan memberikan assist matang yang berbuah gol kedua bagi Manzambi. Performa apik ini sekaligus mendaftarkan nama Manzambi ke dalam persaingan perburuan adidas Golden Boot.
Nasib buruk justru menimpa Bosnia dan Herzegovina ketika wasit memberikan kartu merah kepada Tarik Muharemovic. Ia terbukti melakukan pelanggaran profesional terhadap penyerang Swiss, Breel Embolo.
Meski bermain dengan sepuluh orang, Bosnia dan Herzegovina sempat memperkecil ketertinggalan. Ermin Mahmic sukses mencetak gol balasan lewat tembakan keras pada masa tambahan waktu. Namun, peluang mereka untuk bangkit langsung pupus tak lama berselang.
Kapten tim Swiss, Granit Xhaka, mengunci kemenangan timnya menjadi keunggulan tiga gol. Ia mengeksekusi penalti dengan sangat tenang menjelang peluit panjang berbunyi.
Laga ini juga melahirkan rekor bersejarah. Pada usia 20 tahun 247 hari, Johan Manzambi resmi menjadi pemain termuda Swiss yang mencetak dua gol atau lebih dalam satu laga Piala Dunia. Ia juga menorehkan sejarah sebagai pemain pengganti pertama yang mencetak lebih dari satu gol untuk negaranya di turnamen bergengsi ini.
Terkait hasil manis yang diraih timnya, pelatih Swiss Murat Yakin memberikan pandangannya.
“Penting bagi kami untuk membawa seluruh energi ke lapangan hari ini dan menemukan solusi. Kami harus bersabar dan memilih menunggu hingga jeda hidrasi untuk melakukan perubahan taktik agar lawan tidak memiliki kesempatan bereaksi. Kami memasukkan pemain-pemain cepat dan setelah lawan banyak berlari, ruang mulai terbuka. Kami mampu menentukan hasil pertandingan dengan meyakinkan.” kata Murat Yakin, pelatih Swiss.
Di sisi lain, pelatih Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez tetap menunjukkan sikap optimistis meski timnya harus menelan kekalahan.
“Hingga jeda hidrasi, kami adalah tim yang lebih baik. Kami bermain bagus dan memberikan tekanan kepada mereka. Kami selalu berbicara tentang Swiss sebagai tim yang bagus dengan pemain-pemain individu berkualitas yang mampu memanfaatkan ruang. Mereka menghukum kami dengan sangat efektif, tetapi begitulah sepak bola. Ini adalah kekalahan pertama kami dalam sepuluh pertandingan, tetapi dunia tidak berakhir di sini. Kami masih memiliki satu pertandingan tersisa dan akan berusaha memenangkannya.” ungkap Sergej Barbarez, pelatih Bosnia dan Herzegovina.
Sementara itu, Johan Manzambi mengungkapkan kebahagiaannya usai terpilih menjadi Pemain Terbaik dalam laga tersebut.
“Ya, ini mungkin momen terbaik dalam karier saya sejauh ini. Kami tahu mengapa kami tidak memulai pertandingan dengan baik dan hari ini kami harus bersabar. Namun, kami adalah tim yang bagus dan saya pikir kami telah menunjukkannya hari ini.” tutup Johan Manzambi, pencetak gol Swiss.