Wagub Jateng Taj Yasin resmikan wajah baru UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani.NALARMEDIA.COM – Kehadiran UKM Jateng Corner di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kini tidak sekadar berfungsi sebagai etalase produk lokal. Sepanjang tujuh tahun beroperasi, galeri ini sukses membuktikan kontribusi nyatanya dalam mendongkrak roda pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lewat capaian omzet yang terus meroket tajam.
Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat lonjakan pendapatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2024, UKM Jateng Corner sukses mencetak omzet sebesar Rp449 juta, lalu melonjak drastis menyentuh angka Rp657 juta sepanjang tahun 2025. Tren positif ini terus berlanjut, terbukti dari raihan omzet yang sudah menembus Rp439 juta hanya hingga periode Juli 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai lompatan omzet dan penambahan jumlah pelaku usaha ini menjadi bukti sahih betapa besarnya manfaat ruang pemasaran tersebut bagi komunitas UMKM. Oleh karena itu, ia terus memacu pengelola agar membuka pintu pameran seluas-luasnya bagi pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Yang paling utama adalah di UKM Corner ini semakin banyak pelaku UKM yang masuk. Ada peningkatannya. Artinya merangkul UMKM-UMKM yang lain,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi meresmikan wajah baru UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (1/9/2026).
Taj Yasin memandang perluasan jejaring ini sangat krusial agar seluruh pelaku usaha mikro bisa mengecap manisnya fasilitas promosi tersebut. Sampai hari ini, galeri UKM Jateng Corner telah menaungi 142 pelaku UMKM pilihan, yang merangkum 88 pengusaha di sektor mode (fashion) dan 54 produsen spesialis makanan dan minuman.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah turut menyokong penuh program pengembangan galeri ini. Lewat kolaborasi solid dengan Dekranasda, Taj Yasin memproyeksikan galeri ini kelak tidak akan berdiri secara tunggal, melainkan saling terkoneksi dengan berbagai titik promosi UMKM lainnya, termasuk rencana pembukaan pusat suvenir di area stasiun kereta api.
Integrasi ruang pameran ini bertujuan agar para wisatawan yang mendarat melalui berbagai pintu masuk Jawa Tengah bisa langsung menyerap informasi akurat mengenai sentra produk lokal unggulan di kawasan lainnya.
Di samping memperlebar sayap pemasaran, Taj Yasin juga menantang para pelaku UMKM untuk terus memoles kualitas dan standar mutu produk mereka. Salah satu langkah konkretnya adalah menggenjot kepemilikan sertifikasi halal agar produk lokal semakin tepercaya dan mampu menjadi panutan bagi pengusaha lainnya.
“UMKM kita ini kalau bisa juga memberikan contoh. Karena berdekatan dengan MTQ, nanti outlet juga kita kurasi, kita daftarkan ke halal,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desi Arijani, memaparkan riwayat galeri komersial ini. Pemprov Jateng menggandeng PT Angkasa Pura I merintis pembukaan galeri ini pertama kali pada 5 Maret 2019. Memasuki usia tujuh tahun, pemerintah akhirnya merenovasi total dan menyegarkan jenamanya menjadi UKM Jateng Corner.
“Ini menunjukkan bahwa keberadaan galeri memiliki potensi yang baik sebagai sarana promosi sekaligus pemasaran bagi produk UMKM kita,” katanya.
Demi melipatgandakan omzet penjualan, pihak pengelola bersiap mengevaluasi dan menyeleksi ketat kualitas produk secara berkala. Pemprov juga menggandeng Bank Jateng untuk memanjakan pembeli dengan sistem transaksi digital yang praktis, yakni melalui layanan mesin EDC dan pemindaian QRIS. Selain itu, pengelola memastikan manajemen stok barang akan berjalan lebih responsif untuk mencegah kekosongan suplai produk terlaris.
Menempati area seluas 120 meter persegi, paras UKM Jateng Corner kini tampil jauh lebih segar dan modern. Pengelola menata ulang rak pajangan (display) agar terlihat rapi dan memaksimalkan sistem pencahayaan (lighting), sehingga aneka produk UMKM mampu memikat mata setiap calon pembeli yang melintas di bandara.
Peresmian wajah baru galeri ini juga menjadi langkah strategis untuk menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional ke-31 di Jawa Tengah pada 11-20 September 2026 mendatang. Kehadiran ribuan kafilah dan tamu dari seluruh penjuru provinsi menjanjikan ceruk pasar baru yang sangat gurih bagi UMKM. Pemerintah sangat optimis para pendatang tersebut akan memborong produk-produk lokal Jateng sebagai buah tangan untuk mereka bawa pulang.