Perkuat Inovasi AI dan Robotika, UNDIP Jalin Kerja Sama dengan Kampus Mitra di China

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 16:29 13 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus melebarkan sayap jejaring internasionalnya guna memperkuat mutu pendidikan dan riset. Kali ini, UNDIP berpartisipasi aktif dalam ajang Guangdong–Indonesia Higher Vocational Education Exchange Seminar di Provinsi Guangdong, China, pada Senin (7/9/2026). Sebagai langkah nyata, kampus negeri asal Semarang ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Guangdong Food and Drug Vocational College sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan pusat kecerdasan buatan (AI) dan robotika di Guangzhou City Polytechnic.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memimpin langsung delegasi akademik tersebut. Ia bertolak ke negeri tirai bambu bersama Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., serta Direktur Inovasi dan Kerja Sama, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D.

Prof. Suharnomo menandatangani dokumen kerja sama tersebut bersama Deputy Director Prof. Hou Song. Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Presiden Guangdong Education Association of International Exchange (GDEAIE) sekaligus Presiden Guangzhou Huashang Vocational College, Prof. Lu Kunjian.

Dalam forum pertemuan tingkat tinggi tersebut, GDEAIE secara terbuka menyampaikan minat besar mereka untuk merajut kolaborasi dengan UNDIP, yang mereka pandang sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Pihak GDEAIE mengarahkan fokus kerja sama pada program pertukaran mahasiswa lintas negara, pembaruan kurikulum, peningkatan mutu pembelajaran, hingga penguatan ekosistem pendidikan vokasi dengan dunia industri. Sektor strategis yang menjadi bidikan utama mencakup pengembangan AI, industri pangan, kesehatan, digitalisasi teknologi pertanian, hingga sektor industri kreatif.

Rektor UNDIP menyambut antusias tawaran emas tersebut. Ia menegaskan kesiapan institusinya untuk mengeksekusi kerja sama yang mampu menjembatani dunia pendidikan, riset, dan inovasi dengan kebutuhan riil sektor industri. Prof. Suharnomo menilai peluang ini sangat strategis, terlebih saat ini Jawa Tengah tengah agresif mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang berhasil menyedot banyak investasi dari perusahaan multinasional, termasuk korporasi raksasa asal China.

Lebih lanjut, Prof. Suharnomo menekankan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI), inovasi robotika, dan kemajuan digital merupakan bidang fundamental yang wajib perguruan tinggi perkuat melalui kemitraan internasional.

“Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kekuatan akademik UNDIP dengan perkembangan teknologi dan industri. Harapannya, mahasiswa dan peneliti UNDIP memperoleh akses pada ekosistem teknologi yang maju, sementara hasil pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan industri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Lembaga CUCAS (China’s University and College Admission System) yang memfasilitasi kegiatan ini turut mengemukakan gagasan pembentukan klaster kolaborasi antara universitas dan industri. CEO CUCAS Indonesia, Mr. Zhou Dong, mendorong berbagai kampus di Indonesia untuk berkolaborasi secara spesifik dengan sektor industri demi menciptakan sistem link and match yang kokoh. Merespons gagasan progresif ini, UNDIP berencana segera mendirikan Mandarin Center dan menggandeng CUCAS untuk mencetak mahasiswa bergelar kompetensi tinggi yang sesuai dengan standar kebutuhan industri China di Tanah Air.

Sebagai penutup rangkaian agenda, delegasi UNDIP mengunjungi langsung pusat inovasi AI dan robotika serta School of Digital Business di Guangzhou City Polytechnic. Kunjungan lapangan ini menanamkan harapan besar agar segera lahir program-program konkret antara UNDIP dan mitra strategis di Guangdong, baik dalam ranah pengembangan teknologi, mobilitas mahasiswa, maupun kolaborasi universitas-industri yang berkelanjutan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA