Ekspansi Bisnis, Investor India Incar Sektor Pertanian dan Energi Surya di Jateng

waktu baca 2 menit
Jumat, 26 Jun 2026 14:37 5 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Perusahaan asal India, J.K. Enterprises, berencana memperluas investasinya di Jawa Tengah dengan menargetkan sektor produk pertanian dan energi surya.

Chairman J.K. Enterprises, Anant Singhania, menyampaikan rencana ekspansi tersebut secara langsung saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang pada Kamis, 25 Juni 2026.

Anant menjelaskan bahwa J.K. Enterprises sudah menjalankan bisnis di Indonesia selama lebih dari setengah abad. Saat ini, produsen alat potong, perkakas tangan, kikir, dan mata bor tersebut sedang mencari celah untuk menambah lini produksi mereka di wilayah Jawa Tengah.

“Kami sedang melihat peluang pada produk-produk pertanian karena permintaannya besar, baik di pasar domestik maupun ekspor. Kami juga mempelajari produk lain seperti solar pumps dan solar products (pompa tenaga surya dan produk energi surya),” kata Anant.

Mengenai total nilai investasi, Anant belum memberikan angka pasti. Ia menegaskan bahwa perusahaan masih memantau respons pasar serta perkembangan bisnis ke depannya sebelum menentukan besaran dana yang akan mereka kucurkan.

Meski demikian, Anant merasa sangat optimistis langkah pengembangan investasi ini bisa berjalan lancar. Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang selalu merespons cepat setiap kendala para penanam modal.

“Mereka sangat proaktif memberikan arahan dan pendampingan. Kami benar-benar merasakan dukungan dari Gubernur,” ujarnya.

Menanggapi komitmen tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kesiapannya memfasilitasi para investor. Ia berjanji akan menyelesaikan berbagai persoalan investasi melalui koordinasi lintas kementerian serta memberikan pendampingan langsung dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menambahkan bahwa jajarannya siap membantu perusahaan mengatasi berbagai kendala teknis. Bantuan ini mencakup penyelesaian masalah pada sistem Online Single Submission (OSS) serta penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

“Ketika ada KBLI 2025 yang hilang saat sistem kementerian di-rollback, pelaku usaha bisa datang ke kami untuk kami lakukan pendampingan. Kami juga akan kontak ke kementerian,” kata Sakina.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA