Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan Ekuador ke gawang Jerman di Piala Dunia 2026. NALARMEDIA.COM – Tim nasional Ekuador berhasil menyegel tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Skuad La Tri sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Jerman dengan skor tipis 2-1 pada laga pamungkas Grup E, Jumat dini hari WIB.
Jerman sebenarnya sudah memastikan diri lolos ke fase berikutnya sebagai juara grup berkat dua kemenangan awal mereka. Situasi ini tentu membuat ribuan suporter Ekuador di New York/New Jersey Stadium sempat bertanya-tanya apakah tim kesayangan mereka bisa menyusul langkah Der Panzer.
Apalagi, keraguan sempat membayangi langkah Ekuador. Pasukan Sebastian Beccacece gagal mencetak satu gol pun dan hanya mengumpulkan satu poin pada dua pertandingan pertama saat menghadapi Pantai Gading dan Curacao.
Ekuador akhirnya memecah kebuntuan dan mencetak gol yang mereka tunggu-tunggu pada menit kesembilan. Namun, mereka justru harus tertinggal lebih dulu dari Jerman pada awal pertandingan.
Leroy Sane sukses mencetak gol perdananya untuk Jerman di turnamen besar ini saat laga baru berjalan dua menit. Sang penyerang sayap memanfaatkan umpan pantul dari Florian Wirtz dan melepaskan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti.
Bola meluncur deras melewati jangkauan tangan kanan kiper Ekuador, Hernan Galindez. Menariknya, gol kilat ini memecahkan rekor sebagai gol tercepat Jerman di ajang Piala Dunia sejak edisi 1934.
Meski tertinggal, mental baja para pemain Ekuador patut mendapat apresiasi. Mereka hanya membutuhkan waktu tujuh menit untuk merespons gol cepat Jerman sekaligus mencetak gol perdana mereka di Piala Dunia 2026.
Aktor pencetak gol penyeimbang tersebut bukanlah striker veteran Enner Valencia yang baru saja mencatat rekor penampilan kesembilan di Piala Dunia. Gelar pahlawan justru jatuh kepada Nilson Angulo, gelandang muda yang baru pertama kali tampil sebagai starter di Amerika Utara.

Proses gol bermula saat Pablo Vite cerdik merebut bola liar di area pertahanan Jerman. Vite langsung menyodorkan umpan matang kepada Angulo yang berdiri bebas.
Melihat ruang tembak terbuka di luar kotak penalti, Angulo melepaskan sepakan keras. Bola meluncur mulus melewati celah kaki Aleksandar Pavlovic dan sukses menaklukkan penjaga gawang tangguh, Manuel Neuer.
Memasuki babak kedua, wasit Tori Penso sempat menunjuk titik putih untuk memberikan hadiah penalti bagi Jerman. Namun, wasit segera menganulir keputusan tersebut setelah meninjau layar VAR karena Leroy Sane terbukti melanggar Vite terlebih dahulu.
Pertandingan semakin memanas dan mencapai puncak drama pada 15 menit terakhir. Pemain Ekuador, Gonzalo Plata, nyaris mencetak gol lewat sontekan jarak dekat memanfaatkan umpan silang Moises Caicedo, sayang bola masih melambung tipis di atas mistar gawang akibat miskomunikasi antara Neuer dan Jonathan Tah.
Leroy Sane langsung merespons ancaman tersebut lewat serangan balik cepat. Sane berlari menyisir lapangan dan melepaskan tembakan berbahaya ke arah gawang, namun kiper Galindez tampil sigap menepis bola.
Semangat juang Ekuador akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-77. Kevin Rodriguez, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses membelokkan bola tendangan penjuru di area tiang dekat.
Gonzalo Plata bergerak sangat cepat mendahului Manuel Neuer untuk menyambar bola liar tersebut. Plata langsung menceploskan bola ke jala atas gawang Jerman dan memastikan kemenangan 2-1 untuk Ekuador.
Hasil dramatis ini sukses mengantar Ekuador melaju ke fase gugur sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Catatan impresif ini mengulang kembali sejarah manis mereka saat menembus Babak 16 Besar pada Piala Dunia edisi 2006 silam.
Di sisi lain, Jerman tetap berhak menduduki puncak klasemen Grup E meski menelan kekalahan. Mereka unggul selisih gol atas Pantai Gading yang juga mengakhiri babak penyisihan grup dengan raihan enam poin.