Polda Jateng Bedah Rumah Pengemudi Ojol Korban Kebakaran di Semarang

waktu baca 3 menit
Jumat, 12 Jun 2026 15:04 19 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Margono dan istrinya, Reni, terus memancarkan senyum haru ketika melangkah masuk ke rumah mereka di kawasan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (12/6/2026). Keluarga kecil ini akhirnya bisa kembali menempati hunian yang kini berdiri jauh lebih kokoh dan nyaman, setelah mereka terpaksa menumpang di rumah kerabat selama lebih dari sebulan akibat musibah kebakaran.

Polda Jawa Tengah memfasilitasi momen penuh syukur ini melalui program bedah rumah untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, meresmikan hunian hasil renovasi tersebut dengan menyerahkan kunci rumah secara langsung kepada Margono dan keluarganya.

Sebelumnya, musibah kebakaran menimpa keluarga Margono pada Kamis (7/5/2026) dini hari. Dugaan korsleting listrik menghanguskan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka.

Insiden tersebut memaksa Margono, seorang pengemudi ojek online, dan istrinya yang berjualan es untuk segera mengungsi ke rumah sanak saudara. Kondisi memprihatinkan ini kemudian mendorong rekan-rekan sesama pengemudi ojek online untuk berinisiatif menggalang donasi.

Ditreskrimsus Polda Jateng, pemerintah daerah, warga sekitar, dan berbagai pihak lainnya langsung mendukung serta memfasilitasi upaya penggalangan dana tersebut hingga program bedah rumah berhasil terlaksana. Tim pekerja merenovasi rumah yang sebelumnya rusak berat itu menjadi hunian yang jauh lebih aman dan layak hanya dalam waktu sekitar dua minggu.

Bangunan seluas sekitar 80 meter persegi itu kini memiliki tiga kamar tidur, dua kamar mandi, ruang keluarga, dan lantai berkeramik, sehingga memberikan kenyamanan ekstra bagi penghuninya.

“Alhamdulillah hari ini rumah saudara kita Mas Margono sudah selesai direnovasi dan dapat kembali ditempati. Ini merupakan hasil gotong royong banyak pihak yang tergerak untuk membantu. Semoga rumah ini membawa keberkahan dan memberikan semangat baru bagi keluarga penerima,” kata Kombes Pol Djoko Julianto.

Margono menganggap bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan secercah harapan baru setelah keluarganya melewati masa-masa sulit pascakebakaran. “Alhamdulillah kami sangat senang dan terharu,” ucapnya.

“Setelah kebakaran, kami harus tinggal di rumah saudara, sekarang rumah kami sudah kembali dan kondisinya bahkan lebih baik dari sebelumnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Tengah dan semua pihak yang telah membantu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Camat Candisari, Cipto Nugroho, turut memberikan apresiasi atas kegiatan sosial ini. Ia menilai program bedah rumah menunjukkan bukti nyata kepedulian dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat saat membantu warga yang sedang tertimpa musibah.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Candisari dan Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jateng yang telah memfasilitasi bedah rumah ini. Berkat sinergi antara kepolisian, pemerintah, komunitas, dan masyarakat, rumah ini dapat kembali dihuni oleh pemiliknya,” katanya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan program bedah rumah mencerminkan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat bertepatan dengan momen peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia menyebut institusi kepolisian tidak hanya memaknai peringatan tersebut melalui kegiatan seremonial semata, tetapi juga mewujudkannya lewat aksi sosial yang membawa manfaat langsung bagi warga.

“Program bedah rumah ini mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi untuk membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan. Kami berharap kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Artanto.

Artanto juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman si jago merah. Ia menyarankan warga untuk selalu memastikan instalasi listrik di rumah tetap aman dan terawat demi mencegah musibah serupa terulang kembali.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA