Resmikan Laboratorium Sosial Sains dan Kelas Tematik, Wakapolri Perkuat Konsep Scientific Policing di Akpol

waktu baca 4 menit
Selasa, 7 Jul 2026 12:35 42 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Akademi Kepolisian (Akpol) resmi memulai babak baru dalam memodernisasi sistem pendidikan kepolisian. Langkah progresif ini terwujud lewat peresmian Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik.

Kehadiran dua fasilitas mutakhir ini menjadi wujud nyata transformasi pendidikan Polri. Institusi ini menargetkan pencetakan perwira-perwira tangguh yang mampu mengambil keputusan secara ilmiah, menguasai basis data, dan selalu mengedepankan pendekatan humanis saat memecahkan tantangan keamanan yang kian kompleks.

Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, turun langsung meresmikan fasilitas strategis tersebut di kompleks Akpol, Kota Semarang, pada Senin (6/7/2026).

Saat menemui awak media seusai prosesi peresmian, Wakapolri memaparkan bahwa pembangunan laboratorium dan kelas tematik ini merupakan agenda utama reformasi pendidikan Polri. Institusi merancang fasilitas ini untuk membekali para taruna agar siap tampil sebagai first line supervisor sekaligus calon-calon pemimpin masa depan (the next leader) di lingkungan Polri.

“Taruna harus dibekali kemampuan mengambil keputusan berbasis data. Karena itu kami mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan big data, Artificial Intelligence (AI), dan analisis yang komprehensif agar setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum,” ujar Wakapolri.

Ia menjelaskan bahwa Laboratorium Sosial Sains Kepolisian berfungsi sebagai ruang pembelajaran interaktif berbasis simulasi. Taruna akan membedah berbagai persoalan nyata yang kerap menghantam masyarakat.

Lewat dukungan teknologi AI, coding, dan analisis big data, para instruktur melatih taruna untuk memahami dinamika sosial, memetakan potensi gangguan kamtibmas, serta merumuskan solusi berbasis bukti empiris (evidence-based policing).

Untuk memperkuat ekosistem pembelajaran ini, Mabes Polri menetapkan Polda Jawa Tengah sebagai Teaching Laboratory bagi para taruna Akpol. Penetapan ini memberikan kesempatan emas bagi calon perwira untuk menyerap pengalaman langsung dalam menganalisis dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mereka wajib menggunakan pendekatan humanis sebelum kelak benar-benar menerjunkan diri ke medan tugas sesungguhnya.

Sementara itu, pengelola Akpol merancang Kelas Tematik sebagai ruang belajar modern berbasis studi kasus aktual. Kelas ini memperkenalkan ragam fungsi kepolisian secara visual, interaktif, dan sangat aplikatif.

Saat ini, Akpol telah mengoperasikan enam kelas tematik utama, yang meliputi bidang SDM, Dokkes, Brimob, Reskrim, Identifikasi, dan Laboratorium Forensik. Polri menargetkan seluruh fungsi teknis kepolisian akan segera memiliki kelas tematik serupa guna mewujudkan media pembelajaran yang terintegrasi penuh.

Perumus Konsep Laboratorium Sosial Sains Kepolisian, Pati Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, turut memberikan penjelasan. Ia menyebutkan bahwa pembangunan dua fasilitas ini merupakan wujud nyata implementasi arahan Wakapolri. Pimpinan Polri ingin terus mendongkrak kualitas pendidikan kepolisian melalui pendekatan akademik yang modern.

Irjen Pol. Susilo menerangkan bahwa instansinya tidak mendesain laboratorium ini sebagai pusat studi ilmu eksakta. Sebaliknya, fasilitas ini murni berfungsi sebagai ruang diskusi, riset mendalam, dan arena simulasi fenomena sosial. Metode ini memfasilitasi para taruna untuk membedah akar persoalan masyarakat jauh hari sebelum mereka bertugas di lapangan.

Institusi menargetkan fasilitas ini mampu mencetak lulusan yang berpikir sistemik, kritis, reflektif, dan selalu mengedepankan prinsip evidence-based policing saat mengambil keputusan krusial.

Ia merinci bahwa tim perumus menyusun konsep laboratorium ini usai menggelar serangkaian diskusi panjang bersama para pakar dan guru besar. Mereka juga melakukan studi komparatif lintas negara dengan mengunjungi lembaga pendidikan kepolisian di Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Australia. Lewat peresmian monumental ini, Indonesia resmi mencatatkan diri sebagai negara kelima di kawasan Asia yang berhasil mengoperasikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

Pihak kepolisian sukses merealisasikan pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik ini berkat dukungan dana hibah dari konsorsium Bank Himbara. Konsorsium tersebut beranggotakan BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan BSI. Selain itu, para alumni Polri juga turut mengalirkan sumbangsih dana bakti untuk menyokong penyelesaian proyek strategis ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Bank Himbara, para alumni Polri, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik. Sinergi ini merupakan investasi penting dalam membangun SDM Polri yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Wakapolri.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA