Sambil Dorong Kursi Roda Anak, Gubernur Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 10:04 40 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut memeriahkan ajang lari bergengsi Rupiah Borobudur Playon 2026. Ia mengikuti kegiatan olahraga tersebut di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Minggu (5/7/2026).

Penyelenggara merancang kegiatan ini sebagai upaya strategis untuk mendorong masyarakat agar semakin gemar berbagi. Selain itu, kampanye ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran warga untuk selalu mencintai mata uang rupiah.

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah menggagas acara ini dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekitar 4.000 pelari dari berbagai kalangan sangat antusias berpartisipasi meramaikan dua kategori lomba, yakni rute 10K dan 5K.

“Dengan kegiatan ini, masyarakat dididik untuk cinta rupiah,” kata Luthfi usai menuntaskan rute 5K sembari mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa.

Gubernur menilai ajang lari ini sangat efektif berfungsi sebagai sarana informasi, sosialisasi, edukasi, sekaligus wadah berbagi. Apalagi, olahraga lari saat ini tengah menjadi tren gaya hidup yang sangat digandrungi berbagai lapisan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Luthfi, perhelatan olahraga ini tidak sekadar menyehatkan jasmani para pesertanya. Lebih dari itu, acara ini juga sukses mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism) yang kini tengah bergeliat kencang di wilayah Jawa Tengah.

“Ini mendukung sport tourism ini juga penting. Dampaknya UMKM bisa hidup, usaha-usaha lain hidup, komunitas-komunitas yang lain hidup,” katanya.

Oleh karena itu, Luthfi mendorong seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk proaktif mencari lokasi-lokasi menarik. Ia ingin setiap kepala daerah mengangkat potensi wilayah tersebut sebagai destinasi unggulan sport tourism.

Pada kesempatan istimewa tersebut, Luthfi juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dan kerja sama Bank Indonesia yang sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Ia turut mengapresiasi berbagai inisiatif lain dari BI yang bersentuhan langsung dengan kemajuan sektor perbankan dan perekonomian Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut perhelatan Rupiah Borobudur Playon 2026 ini sebagai edisi penyelenggaraan yang keempat. Pihaknya sengaja memanfaatkan kegiatan ini untuk memutar roda perekonomian warga sekitar.

BI juga menjadikan rangkaian acara ini sebagai sarana edukasi dan literasi masif agar masyarakat semakin cinta, bangga, dan paham terhadap mata uang rupiah.

“Kemarin ada beberapa event terkait dengan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS),” kata dia.

Pihak penyelenggara turut memfasilitasi 53 booth UMKM yang mayoritas menjajakan aneka produk kuliner makanan dan minuman. Pengunjung juga bisa menemukan gerai wastra (pakaian) hingga booth tematik dari instansi seperti OJK, BNN, Kimia Farma, dan layanan Wakaf.

“Ini sesuai tema kita ‘Lari untuk Berbagi’, jadi di sini unsur berbagi. Uang pendaftaran kita sumbangkan seluruhnya kepada masyarakat di sini, jadi ada beberapa desa yang akan menerima. Ada sekitar Rp600 juta yang nanti akan kita serahkan kepada 10 desa,” ungkapnya.

Salah seorang pelari asal Magelang, Rizal, mengaku sudah tiga kali berpartisipasi dalam ajang Rupiah Borobudur Playon. Pada keikutsertaannya kali ini, ia dan seorang rekannya tampil unik dengan mengenakan kalung aksesoris berbentuk koin raksasa bertuliskan “Hutan untuk Kesejahteraan”.

“Ini juga untuk kampanye lingkungan. Harapannya ke depan event ini lebih ramai lagi,” kata dia.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA