GOR TLJ Semarang.NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang akhirnya mengevaluasi keputusan uji coba pembukaan lintasan atletik Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) yang sempat berlangsung pada 19 Agustus 2026 lalu. Pengelola terpaksa menutup kembali fasilitas publik favorit warga Ibu Kota Jawa Tengah ini hanya dalam kurun waktu lima hari operasional. Penutupan ini terjadi lantaran Dinas Tata Ruang (Distaru) ternyata belum merampungkan pengerjaan fisik secara sempurna.
Sebelumnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang berani membuka arena olahraga tersebut setelah menerima informasi dari Distaru. Pihak dinas mendapat laporan yang menyebutkan bahwa pengerjaan lintasan telah tuntas sepenuhnya per 18 Agustus 2026.
Kepala UPTD Gelanggang Olahraga, Tegar Suko Purusatama, mengeluhkan kondisi permukaan lintasan yang justru memunculkan masalah baru setelah masyarakat menggunakannya selama masa uji coba.
“Kemarin kami dapat informasi dari Dinas Tata Ruang bahwa pekerjaan lintasan selesai tanggal 18, maka tanggal 19 Agustus kami buka. Tetapi ternyata setelah masyarakat menggunakan, ada bagian-bagian kecil yang belum menempel dengan maksimal dan materialnya berserakan,” ujar Tegar, Rabu, 26 Agustus 2026.
Tegar menduga cairan perekat atau lem pada material karet sintetis (rubber) belum mengering secara sempurna. Akibat pengelola memaksakan lintasan untuk menahan beban aktivitas lari warga, butiran karet tersebut terlepas dan berserakan ke mana-mana. Kondisi ini memicu potensi permukaan lintasan menjadi licin dan sangat membahayakan keselamatan para pelari.
Ia tidak menampik bahwa tingginya antusiasme warga Semarang telah mendorong Dispora untuk menggelar uji coba lintasan lebih cepat dari seharusnya. Sayangnya, keputusan prematur ini justru menjadi bumerang. Kualitas pengerjaan fisik terancam makin hancur jika pengelola terus memaksakan operasionalnya untuk publik.
“Daripada nanti hasilnya tidak maksimal, lebih baik kami tutup kembali mulai Senin, 24 Agustus 2026, sambil menunggu pekerjaan benar-benar selesai,” tegasnya.
Menatap ke depan, Dispora Kota Semarang berjanji tidak akan lagi mengulangi langkah membuka fasilitas publik hanya berbekal perkiraan teknis atau sekadar merespons desakan warga. Pengelola baru akan meresmikan pembukaan lintasan atletik GOR TLJ setelah pihak kontraktor di bawah naungan Distaru benar-benar menuntaskan seluruh perbaikan secara menyeluruh.
“Nanti harus ada serah terima dari Dinas Tata Ruang ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Setelah pekerjaan selesai dan ada berita acara serah terima (BAST), baru bisa kita pastikan untuk buka kembali,” jelasnya.
Untuk meminimalisir kekecewaan warga, pengelola telah memasang papan pengumuman penutupan sementara di area kawasan GOR TLJ serta menyebarluaskan informasi tersebut melalui berbagai kanal media sosial resmi. Selama masa perbaikan berlangsung, Dispora mengimbau para pecinta olahraga lari untuk mengalihkan aktivitas mereka ke sejumlah fasilitas alternatif, salah satunya Lapangan Sidodadi.