Pelantikan pengurus DPP Apindo Jawa Tengah 2026-2031 yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Semarang. NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para pengusaha dan serikat pekerja untuk terus memperkuat sinergi. Langkah ini sangat penting untuk menjaga iklim investasi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.
Taj Yasin menyampaikan pesan tersebut ketika menghadiri acara Pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jawa Tengah Periode 2026-2031 di Hotel Patra Semarang, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menilai chemistry atau kecocokan yang terjalin erat antara pengusaha dan pekerja merupakan faktor utama untuk menjaga kondusivitas iklim usaha di wilayah Jawa Tengah.
Bukti nyata dari iklim yang kondusif ini terlihat dari tingginya minat investor. Sepanjang triwulan I tahun 2026, Provinsi Jawa Tengah berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp23,02 triliun, yang setara dengan 23,23% dari total target tahunan yakni Rp99,09 triliun.
“Ini menunjukkan bahwa kebersamaan antara pengusaha dan serikat buruh benar-benar kuat. Sehingga (keberadaan) mereka menguatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” ujar dia.
Lebih lanjut, Taj Yasin menaruh harapan besar kepada Apindo untuk terus meningkatkan stabilitas iklim usaha yang sudah berjalan dengan sangat baik. Ia juga menyoroti pencapaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 yang menyentuh angka 5,89%, sukses melampaui capaian rata-rata nasional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP Apindo Jateng, Helmi Tas’an Wartono, mengapresiasi penuh dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia mendorong seluruh pengusaha untuk selalu berkolaborasi secara aktif dengan semua pihak, baik pemerintah maupun serikat buruh, agar roda usaha di Jawa Tengah terus berputar dengan aman dan stabil.
Helmi menjelaskan bahwa Jawa Tengah menyimpan potensi dan daya tarik investasi yang sangat luar biasa. Keunggulan tersebut mencakup ketersediaan SDM yang unggul, lingkungan yang aman, kawasan industri yang terintegrasi, kemudahan perizinan berusaha, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Berbagai keunggulan inilah yang sukses menjadikan Provinsi Jawa Tengah tampil sebagai magnet investasi strategis di Indonesia selama satu dekade terakhir.
“Bersama dengan rekan-rekan dari serikat pekerja dan pemerintah, Apindo Jawa Tengah bertekad dan siap untuk menjadi mitra strategis menjaga dunia usaha di Jawa Tengah,” ucap Helmi.
Komitmen tersebut pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lebih banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta W. Kamdani, mengingatkan pengurus Apindo Jawa Tengah untuk menjalankan amanah organisasi dengan maksimal sesuai perannya.
Ia meminta Apindo Jateng untuk fokus menciptakan lapangan kerja yang produktif, layak, dan berkelanjutan. Selain itu, ia juga mendorong pengurus untuk mengawal konsistensi isu ketenagakerjaan, termasuk perihal reformasi undang-undang ketenagakerjaan.
Sebagai penutup, Shinta menggarisbawahi pentingnya mengadvokasi berbagai isu strategis di dunia usaha guna memaksimalkan potensi ekonomi lokal serta memajukan sektor-sektor unggulan yang ada di Jawa Tengah.