Taj Yasin Dorong Seluruh OPD Jateng Tiru Kesuksesan Desa Kranggan Klaten, Ini Deretan Keunggulannya

waktu baca 3 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 22:36 55 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengapresiasi langkah sukses Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Desa ini berhasil mengembangkan potensi lokalnya dengan mengandalkan kolaborasi dan strategi pemberdayaan masyarakat yang maksimal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bahkan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk bergerak meniru model tersebut. Ia ingin OPD menjadikan Desa Kranggan sebagai percontohan utama dalam menjalankan Program Desa Dampingan.

“Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang,” kata Taj Yasin saat acara Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan pada Jumat 26 Juni 2026.

Ia menilai kemajuan Desa Kranggan terwujud berkat sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan badan usaha milik desa (BUMDes). Mereka saling bahu-membahu memaksimalkan seluruh potensi yang desa miliki.

Desa ini juga menelurkan inovasi menarik melalui Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa). Program ini secara aktif mendampingi warga penyintas gangguan kesehatan jiwa dan membimbing mereka agar bisa kembali produktif lewat berbagai kegiatan pemberdayaan.

Taj Yasin menyebutkan bahwa model pelayanan berbasis pemberdayaan ini sangat selaras dengan visi Pemprov Jawa Tengah yang saat ini sedang merancang Klinik Disabilitas.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga memainkan peran penting. Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses mendampingi desa ini merintis dan mengembangkan Museum Besalen Koripan. Saat ini, fasilitas tersebut berdiri sebagai museum metalurgi pertama di Indonesia yang pengelolaannya berada langsung di bawah kendali pemerintah desa.

Merespons pencapaian luar biasa ini, Taj Yasin langsung meminta Biro Kesejahteraan Rakyat Jateng untuk mengevaluasi 61 Desa Dampingan OPD secara rutin. Ia berencana membawa desa-desa yang masih menemui kendala untuk studi banding dan belajar langsung dari desa yang sudah sukses.

“Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa program pendampingan desa harus melangkah lebih jauh dari sekadar menyalurkan bantuan. Pemerintah harus proaktif membangun kapasitas masyarakat agar mereka bisa mandiri, memperluas jejaring, dan pada akhirnya mampu mendongkrak kesejahteraan secara merata.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Universitas Sebelas Maret, Dodi Aryawan, mengungkapkan bahwa program pendampingan dari Juni hingga November 2025 lalu sukses memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat secara signifikan.

Selama periode pendampingan tersebut, ratusan wisatawan antusias mengunjungi museum. Lonjakan kunjungan ini berhasil mengerek pendapatan museum hingga hampir sepuluh kali lipat, naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta. Di sektor UMKM, para pande besi juga meraup lonjakan omzet penjualan pisau hingga sembilan kali lipat, dari Rp735 ribu meroket ke angka Rp6,9 juta.

Melihat dukungan tersebut, Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, menaruh harapan besar agar atensi Pemprov Jawa Tengah bisa terus membakar semangat warganya dalam membangun desa.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan, sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan Wakil Gubernur di Desa Kranggan juga mencakup agenda peninjauan langsung ke peternakan ayam milik BUMDes dan Museum Besalen Koripan. Selain itu, ia menyambangi deretan stan pelayanan publik yang proaktif menyediakan layanan administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, Samsat keliling, perpustakaan desa, hingga fasilitasi pengurusan sertifikasi halal.

Menutup kunjungannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendistribusikan sejumlah bantuan konkret kepada masyarakat. Bantuan tersebut mencakup bibit tanaman, kursi roda khusus penyandang disabilitas, serta satu ton beras yang menyasar keluarga kurang mampu.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA