Terjang Gejolak Global, Jateng Sukses Gaet Investasi Rp480 Miliar dan Serap 500 Tenaga Kerja

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 16:58 26 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi membuka operasional PT DKV Printing Indonesia. Acara peresmian fasilitas baru ini berlangsung di Kawasan Ekonomi Kendal pada Selasa (21/7/2026).

Perusahaan percetakan berteknologi tinggi asal Tiongkok tersebut menggelontorkan dana investasi dalam jumlah fantastis, yakni mencapai Rp480,64 miliar. Kehadiran pabrik raksasa ini sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi sekitar 500 penduduk lokal.

Ahmad Luthfi memandang kehadiran PT DKV Printing Indonesia sebagai bukti nyata tingginya kepercayaan investor. Para pemodal asing rupanya tetap menjadikan Jawa Tengah sebagai destinasi investasi favorit meskipun dunia sedang menghadapi dinamika geopolitik yang bergejolak.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan terima kasih, hari ini telah dibuka perusahaan DKV,” katanya.

Untuk urusan produksi, PT DKV Printing Indonesia mencetak berbagai kebutuhan industri seperti label, kemasan, hingga kotak sepatu. Perusahaan ini menyuplai material percetakan tersebut untuk memenuhi permintaan berbagai merek bertaraf global.

Luthfi menegaskan bahwa kucuran investasi ini bukan sekadar penanaman modal besar. Pabrik ini juga membawa misi untuk mentransfer teknologi modern dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah.

Sang Gubernur meyakini kehadiran industri berteknologi mutakhir ini akan mendongkrak daya saing Provinsi Jawa Tengah. Langkah strategis ini juga akan memacu laju pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat luas.

Luthfi menjadikan tingkat serapan tenaga kerja sebagai indikator utama dalam mengukur kesuksesan sebuah investasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak semata-mata memburu besaran modal yang masuk, tetapi juga menuntut dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pekerja, transfer teknologi, serta penguatan sektor industri lokal.

“Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mempunyai daya saing terkait tenaga kerja maupun investasi di Indonesia,” katanya.

Luthfi juga membeberkan bahwa Jawa Tengah terus sukses memikat perhatian para investor dari berbagai belahan dunia. Aliran modal asing yang masuk belakangan ini mayoritas mengalir dari negara Singapura, Hong Kong, Tiongkok, hingga Korea Selatan.

Pada hari dan lokasi yang sama, pemerintah daerah juga menggelar seremoni pembukaan fasilitas produksi PT Foodindo Dwivestamas. Perusahaan yang bergerak di sektor industri makanan olahan ini menyuntikkan modal investasi sebesar Rp249,31 miliar dan langsung mempekerjakan 150 tenaga kerja baru.

Ke depannya, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk terus memelihara iklim investasi yang sehat dan kondusif. Pemerintah menyiapkan berbagai strategi jitu, mulai dari percepatan proses perizinan, pembangunan infrastruktur kawasan industri, penjaminan kepastian hukum, hingga penyediaan tenaga kerja yang ahli dan kompeten.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA