Wagub Jateng Dorong Peran Perempuan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 12:34 56 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan betapa strategisnya kontribusi perempuan di wilayahnya. Ia menyebut perempuan sukses menjadi motor penggerak utama yang menjalankan seluruh rantai produksi pangan di Jawa Tengah.

Taj Yasin menyampaikan hal tersebut saat membuka Sekolah Kader Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Nasional IV PB PMII. Acara ini berlangsung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah pada Jumat, 26 Juni 2026.

Panitia menyelenggarakan kegiatan ini mulai 26 hingga 30 Juni 2026 dengan mengusung tema “Globalizing Kopri Women as Catalysts for Sustainable Food Security and Global Transformation”. Forum ini secara khusus menyoroti bagaimana perempuan mengambil peran sentral dalam menggerakkan produksi pangan, ekonomi, serta ketahanan sosial.

Di hadapan ratusan kader mahasiswi, Wagub membeberkan realitas yang terjadi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa saat ini perempuan justru banyak terjun langsung ke sektor pertanian dan perkebunan modern.

“Kalau kita melihat di perkebunan maupun di persawahan, yang mendominasi justru perempuan, mulai dari menanam, merawat tanaman, memetik hasil kebun, hingga panen, sebagian besar dikerjakan oleh perempuan,” ucapnya.

Wagub juga menilai bahwa Indonesia sukses mempertahankan ketahanan pangan meski menghadapi tekanan ekonomi global. Keberhasilan ini tidak lepas dari besarnya kontribusi perempuan yang aktif bekerja di sektor pertanian, mulai dari proses budi daya hingga panen.

Ia menambahkan, langkah memperkuat peran perempuan serta memanfaatkan teknologi pertanian yang makin maju akan menjadi modal penting. Sinergi ini akan menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengamankan ketahanan pangan nasional pada masa mendatang.

Taj Yasin mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global bisa memicu efek domino yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus menjadikan penguatan ketahanan nasional, khususnya sektor pangan, sebagai prioritas utama.

Lebih lanjut, ia meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan kemandirian pangan. Selain mengandalkan sumber daya manusia yang mumpuni, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya hayati melimpah yang menjadi keunggulan komparatif dibandingkan negara lain.

Ia mendorong semua pihak untuk mengelola potensi tersebut secara optimal. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat tinggi. Ini merupakan kekuatan besar yang harus kita manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara PB Kopri, Zumrotun Nafisa, menjelaskan alasan panitia memilih Kota Semarang sebagai lokasi perdana penyelenggaraan Sekolah Kader Korpri Nasional (SKKN) PB PMII di luar Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemilihan Jawa Tengah memiliki alasan khusus.

“Daerah ini dinilai memiliki warisan intelektual dan spiritual yang kuat, serta melahirkan banyak tokoh yang menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Zumrotun berharap penyelenggaraan acara di Semarang ini bisa memfasilitasi para kader untuk belajar langsung dari daerah yang sukses melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA