Wali Kota Agustina Larut dalam Semarak Budaya dan Gotong Royong Warga Semarang

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Sep 2026 21:16 17 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, membaur penuh suka cita di tengah antusiasme warga saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Minggu (30/8/2026), masyarakat sukses menghidupkan suasana kemerdekaan melalui aneka kegiatan budaya yang kental akan nuansa kreativitas dan semangat gotong royong, mulai dari pawai karnaval hingga tradisi kirab hasil bumi.

Saat menyambangi kawasan Gunungpati, Agustina memantau langsung kemeriahan Karnaval Budaya yang menggerakkan partisipasi warga dari 10 RW. Secara swadaya, masyarakat memamerkan beragam kostum unik dan karakter ikonik Nusantara, seperti Gatotkaca, Srikandi, Burung Merak, hingga replika Garuda. Ia mengaku sangat terkesan melihat kekompakan setiap kontingen yang bangga menonjolkan identitas serta kreasi khas wilayah mereka di arena perayaan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas semangat gotong royong dan gegap gempita ini. Karnaval merupakan upaya nyata masyarakat untuk merekatkan persaudaraan dan menjaga kebersamaan di lingkungan,” ujarnya saat menyaksikan penampilan kontingen karnaval di Gunungpati.

Wali Kota memandang kegiatan kolektif semacam ini sukses membuka ruang interaksi bagi warga untuk saling bertatap muka, berkumpul, dan mengekspresikan daya cipta secara bersama-sama. Energi perayaan terasa begitu hidup karena masyarakat turun tangan langsung menggerakkan seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Atmosfer kebersamaan yang tak kalah meriah juga pecah di wilayah Kecamatan Mijen. Warga dari 14 kelurahan tumpah ruah mengikuti tradisi Kirab Budaya Gunungan. Mereka mengarak berbagai macam hasil bumi andalan, seperti sayur-mayur segar, buah-buahan, durian, hingga petai. Pawai gunungan ini sukses memadukan pelestarian tradisi, kreativitas seni, dan pameran potensi kekayaan wilayah dalam satu panggung kemerdekaan.

Mengamati melimpahnya hasil panen warga yang menggunung dalam kirab tersebut, Agustina langsung menangkap besarnya potensi sektor pertanian dan perkebunan di wilayah Mijen.

“Saya ingin Mijen menjadi sentra pertanian di Kota Semarang. Mari kita giat menanam tanaman hortikultura, karena kita punya banyak sahabat dan mitra yang akan menampung hasil panen warga,” katanya.

Melalui ragam perayaan dari Gunungpati hingga Mijen, Agustina menyimpulkan bahwa roh kemerdekaan benar-benar tumbuh subur dari pergerakan komunal warga. Ia menilai seni budaya dan kreativitas telah menjadi jembatan ampuh untuk mempererat tali kebersamaan, sekaligus mempromosikan keunggulan tiap-tiap wilayah.

Bagi Agustina, kemeriahan rangkaian perayaan ini menjadi bukti tak terbantahkan betapa tingginya partisipasi masyarakat Kota Semarang dalam menciptakan lingkungan sosial yang rukun, guyub, dan selalu saling mendukung.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA