Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Apresiasi Kolaborasi Lintas Agama MTQ Nasional XXXI

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 13:59 19 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak sekadar menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga menjelma sebagai wujud nyata tingginya tingkat toleransi masyarakat setempat. Pergelaran berskala nasional ini sukses menghadirkan panggung kebersamaan lintas agama yang merangkul erat berbagai tokoh dan komunitas dari ragam keyakinan di Kota Atlas.

Puncak harmoni keberagaman tersebut akan tersaji pada Sabtu (12/9) melalui agenda spektakuler bertajuk Pancaran Ilahi Gema MTQ. Panitia merancang aksi massal menyanyikan lagu Mars MTQ Nasional yang bertepatan langsung dengan seremoni pembukaan MTQ. Sebanyak 10.867 peserta siap menggemakan arena acara untuk menyukseskan agenda bersejarah tersebut.

Belasan ribu peserta kor massal ini berasal dari latar belakang yang sangat beragam. Kolaborasi ini menyatukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama, jajaran ASN Pemkot Semarang, guru madrasah, dan para santri, dengan elemen lintas agama seperti Guru Sekolah Minggu, perwakilan Paroki Gereja Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Peradah, Wandani, Patria, Majelis Buddhayana, pengurus Tempat Ibadah Tridarma, hingga perwakilan Walubi Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warganya. Ia meyakini partisipasi aktif umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu dalam melantunkan Mars MTQ sukses memancarkan jati diri Kota Semarang yang sesungguhnya.

“MTQ Nasional XXXI ini adalah panggung bersama warga Kota Semarang. Saat saudara-saudara kita dari umat Kristiani, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu hadir dan ikut serta menyanyikan Mars MTQ Nasional, di situlah letak keindahan Kota Semarang yang sesungguhnya,” ujar Agustina di sela Rapat Koordinasi Persiapan MTQ di Semarang, Rabu (9/9).

Agustina menegaskan bahwa momentum kebersamaan ini mengirimkan pesan perdamaian yang sangat kuat ke seluruh penjuru Nusantara. Ia membuktikan bahwa praktik toleransi di Kota Semarang telah melampaui batas wacana dan benar-benar melebur menjadi napas kehidupan sehari-hari masyarakat yang saling mendukung dan menguatkan.

Semangat inklusif tersebut juga akan terus bergemuruh di Panggung Utama Lapangan Pancasila Simpang Lima. Panitia telah menyiapkan rangkaian hiburan dan syiar agama yang akan bergulir sepanjang 13 hingga 18 September 2026 dengan melibatkan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat luas.

Sejumlah penampilan lintas batas siap memanjakan mata para pengunjung, seperti aksi Paduan Suara Akbar Kota Semarang yang menerjunkan 85 personel pada Minggu (13/9). Menyusul kemudian, Forum Perempuan Lintas Agama Kota Semarang akan unjuk gigi dengan membawa 40 anggotanya pada Kamis (17/9).

Kelompok lintas agama tersebut akan tampil bergantian memeriahkan panggung bersama sejumlah pertunjukan memukau lainnya. Panitia turut menampilkan Tari Ratoh Jaroe persembahan siswi SMP Nasima, hiburan dari Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang, alunan selawat dari Hadroh Rebana Anababa, hingga nyanyian merdu dari paduan suara Korpri Kota Semarang.

Pada akhirnya, keberhasilan Kota Semarang mengemban amanah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026 merupakan buah manis dari semangat gotong royong seluruh lapisan warganya. Kesuksesan ajang ini sekaligus mengukuhkan citra Semarang sebagai kota metropolitan yang ramah, menjunjung tinggi nilai kedamaian, dan sangat inklusif bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang perbedaan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA