Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Tampilkan Pesan Toleransi dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 16:17 12 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang siap menyambut meriah kedatangan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 lewat pergelaran Pawai Ta’aruf pada Sabtu (12/9). Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen kafilah provinsi se-Indonesia, beserta perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, akan memeriahkan parade yang menonjolkan kekayaan budaya dan pesona kesenian nusantara ini.

Sorotan utama dalam pawai megah ini terletak pada formasi barisan terdepan yang menempatkan tokoh-tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Para pemuka lintas agama ini akan melangkah berdampingan dengan pasukan Paskibraka pembawa bendera Merah Putih, pemegang bendera LPTQ, grup marching band, hingga sosok Maskot MTQ Nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa kehadiran pawai akbar ini memancarkan pesan moral yang sangat mendalam. Ia ingin menunjukkan secara langsung bagaimana keagungan nilai-nilai Al-Qur’an mampu bersanding secara harmonis dengan keragaman budaya dan tingginya tingkat toleransi beragama di Kota Atlas.

“Pawai Ta’aruf ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah rumah yang hangat, aman, dan toleran bagi siapa saja. Ditempatkannya barisan Tokoh Agama dari FKUB di garda terdepan parade menegaskan komitmen kita bersama: MTQ bukan hanya milik satu golongan, melainkan pesta sukacita seluruh warga yang merayakan keberagaman dan persatuan bangsa,” ujar Agustina, Selasa (8/9).

Agustina menambahkan bahwa kekayaan warisan budaya Kota Semarang yang lahir dari proses akulturasi berbagai etnis siap menyambut hangat ribuan tamu delegasi dari penjuru nusantara.

“Masyarakat yang hadir nanti akan disuguhi seni pertunjukan khas seperti Tari Warak Dugder dari Sanggar Sobokarti. Sebuah tarian simbol keberagaman etnis Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang, serta petikan musik Gambus Zabarjada yang syahdu. Ini adalah wajah Kota Semarang yang inklusif, hebat, dan berbudaya,” tambahnya.

Panitia akan memulai rangkaian pawai dari halaman Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda tepat pada pukul 07.00 WIB untuk menempuh rute sejauh kurang lebih 2,5 kilometer. Rombongan peserta akan bergerak menyusuri kawasan Tugu Muda, Jalan Pandanaran, area Mugas, dan Jalan Tri Lomba Juang, lalu melintasi Taman Indonesia Kaya, sebelum akhirnya mencapai garis finis di Panggung Kehormatan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.

Masyarakat bebas memilih sejumlah titik strategis di sepanjang rute untuk menyaksikan kemeriahan pawai. Saat prosesi pelepasan di Balai Kota, panitia menyuguhkan hiburan Tari Warak Dugder dan iringan musik Gambus. Warga juga bisa memadati kawasan Taman Pandanaran, Taman Indonesia Kaya, serta Jalan Tri Lomba Juang untuk melihat iring-iringan peserta secara lebih dekat. Sebagai puncak acara, panitia menyajikan atraksi marching band memukau sekaligus mengumumkan pemenang lomba mobil hias di panggung utama Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Demi menjamin kelancaran arus lalu lintas selama pawai berlangsung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menggandeng Satlantas Polrestabes Semarang untuk menerapkan skema rekayasa jalan. Petugas gabungan akan menutup dan mengalihkan arus kendaraan secara bertahap pada sejumlah ruas jalan protokol, mencakup Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Tri Lomba Juang, Jalan Menteri Supeno, hingga kawasan Jalan Pahlawan.

Pemerintah juga telah menyediakan berbagai fasilitas kantong parkir bagi warga yang ingin menonton langsung. Titik parkir tersebut meliputi area Balai Kota Semarang, DP Mall, Museum Mandala Bhakti, Stadion Tri Lomba Juang, Gedung Rimba Graha, Masjid Raya Baiturrahman, Gedung Parkir Mall Ciputra, eks Gedung Matahari, dan Super Ekonomi Simpang Lima. Di sisi lain, panitia mengarahkan seluruh armada mobil hias peserta untuk parkir terpusat di kawasan Wonderia dan Taman Budaya Raden Saleh.

Pemkot Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk proaktif mengantisipasi kepadatan lalu lintas dengan mencari jalur-jalur alternatif. Selain itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk tertib menjaga kebersihan lingkungan publik selama menikmati suguhan Pawai Ta’aruf berskala nasional ini.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA