2 Pemain Argentina Abaikan Donald Trump Saat Terima Medali Piala Dunia 2026

waktu baca 3 menit
Senin, 20 Jul 2026 20:53 25 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Timnas Argentina terpaksa merelakan gelar juara setelah menelan kekalahan dari Spanyol pada laga final Piala Dunia 2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Tembakan mematikan Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 bagi skuad La Roja.

Pada sesi seremoni penyerahan medali, Presiden FIFA Gianni Infantino menempatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai salah satu tokoh sentral. Trump bahkan mendapat tugas penting untuk menyerahkan trofi Piala Dunia langsung kepada kapten Spanyol, Rodri.

Namun, sebuah insiden menarik menyita perhatian saat prosesi tersebut. Dua pilar andalan Argentina, Emiliano Martinez dan Cristian Romero, tertangkap kamera mengabaikan dan tidak berjabat tangan dengan Trump saat menerima medali perak.

Emiliano Martinez terlihat sengaja menolak bersalaman dengan Gianni Infantino maupun Donald Trump yang bertugas mengalungkan medali ke lehernya.

Di sisi lain, Cristian Romero masih bersedia menjabat tangan Infantino sesudah menerima kalungan medali. Namun, bek tengah Tottenham Hotspur ini langsung melenggang melewati Trump dan lebih memilih bersalaman dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Sementara itu, suasana emosional menyelimuti kubu La Albiceleste. Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tak kuasa menahan air matanya saat menghadiri sesi konferensi pers usai pertandingan pamungkas tersebut.

Juru taktik yang sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia 2022 dan dua gelar Copa America ini mengaku butuh waktu untuk mengevaluasi masa depannya bersama tim nasional.

“Saya merasa perlu berpikir karena saya tidak tahu apakah saya masih mampu melakukan sesuatu sebesar ini,” kata Scaloni saat ditanya mengenai masa depannya bersama Timnas Argentina.

“Kami harus membicarakannya. Posisi saya adalah impian semua orang. Kami sudah berusaha hingga momen terakhir sebagai staf pelatih, begitu juga para pemain, dan saya rasa wajar jika saya mempertimbangkannya. Tempat ini luar biasa.”

Scaloni menegaskan bahwa membangun kembali skuad yang solid pasca-kekalahan membutuhkan energi besar.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa berada di sini. Untuk melangkah maju, banyak hal yang dibutuhkan. Yang terpenting, kami harus memulai lagi dan membangun kelompok seperti ini, yang mungkin tidak akan pernah terbentuk lagi. Hati saya hancur. Maaf,” tuturnya.

Kesedihan serupa juga terpancar dari wajah sang kapten, Lionel Messi. Pemain berjuluk La Pulga itu terlihat menangis ketika menyaksikan skuad Spanyol merayakan keberhasilan mereka mengangkat trofi juara.

Banyak pihak meyakini laga final ini menjadi panggung terakhir Messi bersama Timnas Argentina di ajang Piala Dunia. Menanggapi hal tersebut, Scaloni memberikan penghormatan khusus kepada sang legenda.

“Dia berusia 39 tahun, sungguh luar biasa,” ujar Scaloni.

“Sejak awal saya selalu yakin dia akan terus bermain sampai dia sendiri memutuskan berhenti, dan semua orang akan mendukungnya.”

“Saya berharap semua orang bangga kepadanya karena dia adalah pesepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan,” imbuh Scaloni.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA