Gubernur Luthfi Dorong Program Lingkungan Terpadu Bersama PWNA Jateng

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 15:08 15 Ella Elisa

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sejumlah program prioritas di bidang pelestarian lingkungan yang dijalankan bersinergi dengan masyarakat.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima audiensi dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).

Pertemuan itu fokus pada isu lingkungan, mulai dari penanaman mangrove, pengelolaan sampah, hingga target pemerintah pusat untuk mencapai zero sampah pada 2029.

“Kita memiliki banyak program terkait lingkungan, termasuk Mageri Segoro dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Luthfi menjelaskan bahwa gerakan Mageri Segoro, yaitu perlindungan pesisir melalui penanaman mangrove, sudah ia mulai sejak menjabat Kapolda Jateng. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dan perawatan pascapenanaman agar program ini efektif.

Mengenai pengelolaan sampah, Luthfi menekankan penerapan skema berbasis kapasitas wilayah. Daerah yang menghasilkan lebih dari 1.000 meter kubik sampah per hari perlu dikelola melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional, seperti di Kota Semarang. Sedangkan wilayah dengan produksi sampah lebih kecil menjadi tanggung jawab kabupaten/kota.

“Untuk yang di bawah 100 ribu meter kubik, pengelolaannya di kabupaten/kota. Nanti tinggal menyesuaikan, karena target 2029 adalah zero sampah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyatakan kesiapannya mendukung berbagai program lingkungan yang dijalankan Pemprov Jateng, termasuk Mageri Segoro dan pengelolaan sampah.

“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik oleh Pak Luthfi. Kami siap mendukung program yang sudah diinisiasi Jawa Tengah, termasuk penanaman mangrove dan pengelolaan sampah,” ujar Monica.

Ia juga menambahkan, Nasyiatul ‘Aisyiyah memiliki program “Ibu Jaga Bumi” yang sejalan dengan kebijakan Pemprov Jateng di bidang lingkungan.

Selain isu lingkungan, PWNA Jateng juga menyampaikan rencana pelaksanaan Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah di Solo pada Agustus 2026, sekaligus mengundang gubernur untuk hadir.

LAINNYA