
NALARMEDIA.COM – DPC PDI Perjuangan Kota Semarang kembali menggulirkan program “Dapur Marhaen” sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil. Program ini merupakan inisiatif dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah yang dijalankan serentak oleh seluruh DPC di kabupaten/kota setiap bulan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, mengatakan bahwa Dapur Marhaen ditujukan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, khususnya kalangan marhaen.
“Program ini merupakan arahan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah yang wajib dilaksanakan setiap bulan oleh seluruh DPC di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menyediakan bantuan pangan, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Konsepnya adalah hadir langsung di tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan mereka, baik melalui pembagian makan siang gratis maupun pengobatan gratis,” jelasnya.
Di Kota Semarang, kegiatan diawali dari kantor DPC PDI Perjuangan, kemudian dilanjutkan ke wilayah Tembalang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Kami tidak hanya berfokus di kantor DPC, tetapi juga menjangkau kecamatan-kecamatan. Kegiatan ini akan terus berpindah lokasi setiap bulan,” katanya.
Dalam setiap pelaksanaan, pihaknya menargetkan setidaknya 500 porsi makanan gratis untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Minimal 500 porsi yang harus disalurkan dalam setiap kegiatan,” tegasnya.
Program ini juga melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk memperluas jangkauan dan dampaknya.
“Kami bekerja sama dengan tokoh masyarakat, seperti di Tembalang, agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Endro juga menyampaikan bahwa pihaknya terbuka bagi masyarakat di wilayah lain yang membutuhkan program serupa.
“Jika ada masyarakat yang membutuhkan, kami siap hadir berdasarkan informasi dari struktur di bawah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan untuk membandingkan dengan program lain.
“Kami fokus pada upaya kami sendiri dalam membantu masyarakat kecil,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Samuel J.D. Wattimena mengapresiasi pelaksanaan Dapur Marhaen yang dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga berpotensi memperkuat aspek mental dan budaya masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang ideal harus mencakup keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.
“Pendekatan seperti ini penting, karena pembangunan fisik dan mental harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran kebudayaan dalam membentuk masyarakat yang kuat dan berdaya. (*)