Belajar dari Surabaya, Wali Kota Agustina Matangkan Grand Finale The Ultimate 10K Series 2026

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 13:39 8 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, langsung meninjau pelaksanaan Suroboyo 10K 2026 di Balai Kota Surabaya pada Minggu (7/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari persiapan serius Pemerintah Kota Semarang untuk menyukseskan peran sebagai tuan rumah seri penutup The Ultimate 10K Series 2026 pada 13 Desember mendatang.

Agustina datang bukan sekadar untuk menonton acara olahraga tersebut. Ia secara aktif mempelajari berbagai detail penyelenggaraan agar Semarang nantinya bisa memberikan pengalaman lari terbaik bagi ribuan peserta dari seluruh penjuru daerah.

Pemerintah Kota Semarang bertekad menyajikan acara yang jauh lebih istimewa karena kota ini mendapat kehormatan sebagai lokasi grand finale.

“Kami ingin memastikan Kota Semarang bukan sekadar lokasi lomba, tetapi juga menjadi destinasi yang memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Karena Semarang menjadi penutup rangkaian, maka kami ingin menghadirkan event yang spesial,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Semarang sudah memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola lomba lari jarak 10 kilometer. Semarang 10K sudah berjalan konsisten sejak debutnya pada 2018, dan tahun ini siap memasuki edisi ketujuhnya.

“Semarang termasuk kota yang lebih awal menyelenggarakan event 10K dan kami terus berupaya menjaga kualitas penyelenggaraannya dari tahun ke tahun,” kata Agustina.

Semarang akan tampil sebagai penutup rangkaian The Ultimate 10K Series 2026 setelah Bandung, Surabaya, dan Tangerang. Posisi strategis ini menjadikan Semarang sebagai titik penentu bagi para pelari yang ingin menuntaskan seluruh seri demi meraih medali eksklusif.

Pemerintah Kota Semarang turut memanfaatkan momentum ini untuk mendongkrak citra kota sebagai destinasi sport tourism unggulan nasional. Saat ini, tim penyelenggara tengah meracik konsep unik yang memadukan elemen olahraga, wisata sejarah, dan daya tarik kuliner lokal ke dalam satu paket pengalaman menarik bagi para pelari.

Sebagai contoh, panitia akan memusatkan berbagai aktivitas pendukung di area Kota Lama Semarang. Peserta bisa menggunakan kawasan bersejarah ini sebagai ruang interaksi untuk menikmati kekayaan budaya dan mencicipi aneka kuliner khas sebelum mereka bertanding.

“Kami ingin peserta tidak hanya datang untuk berlari lalu pulang. Mereka juga bisa menikmati suasana Kota Lama, mencicipi kuliner khas Semarang, dan merasakan keramahan masyarakat. Jadi yang dibawa pulang bukan hanya medali, tetapi juga pengalaman,” jelasnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut memberikan dukungan penuh kepada Semarang. Ia menaruh harapan besar agar standar penyelenggaraan lomba terus meningkat dan mencapai titik puncaknya di seri penutup ini.

“Setelah Surabaya, Tangerang harus lebih baik. Semarang yang terakhir harus menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Bintoro Setiawan, salah satu pelari asal Semarang yang turun di Suroboyo 10K, menyuarakan optimisme serupa. Ia sangat berharap kampung halamannya mampu menyajikan acara penutup yang paling meriah dan sulit dilupakan.

“Karena Semarang menjadi seri terakhir, harus menjadi yang paling baik, paling ramai, dan paling menyenangkan,” katanya.

Secara keseluruhan, panitia The Ultimate 10K Series 2026 membidik partisipasi sekitar 13.500 pelari di empat kota penyelenggara. Khusus untuk Semarang 10K, pihak penyelenggara mematok target 3.500 peserta, yang akan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah ajang tersebut.

Berbekal pengalaman panjang, antusiasme masyarakat, dan kekayaan destinasi wisata, Kota Semarang tampil sangat percaya diri. Mereka siap menggelar ajang lari tingkat nasional yang bermutu tinggi sekaligus memantapkan posisi kota ini sebagai magnet utama wisata olahraga.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA