Pelayanan Posko SPMB Terpadu 2026 di kantor Disdik Kota Semarang. NALARMEDIA.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang meresmikan Posko SPMB Terpadu 2026 untuk mengawal kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru. Warga bisa mengunjungi posko ini di kantor Disdik Kota Semarang setiap hari Senin sampai Jumat, antara pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Sekretaris Disdik Kota Semarang, Ali Sofyan, menuturkan bahwa pihaknya sengaja merancang posko ini secara terpadu. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah para orang tua murid saat mencari berbagai informasi krusial seputar pelaksanaan SPMB 2026.
Ali menguraikan, posko terpadu ini siap melayani beragam kebutuhan pendaftaran dari berbagai jalur. Fasilitas tersebut mencakup jalur afirmasi bagi siswa kurang mampu, mutasi pindah sekolah, jalur prestasi, penyandang disabilitas, hingga kelas khusus olahraga (KKO). Selain itu, petugas juga melayani verifikasi data pendidikan, pengecekan administrasi kependudukan, serta bantuan langsung dari dinas sosial.
“Posko ini terpadu, jadi ada verifikasi data sekolah, ada pengecekan data kependudukan kita add dari Dispendukcapil, untuk siswa kurang mampu kita ada tim dari Dinsos untuk verifikasi DTSEN-nya, disabilitas kita juga siapkan tim dari RDRM (rumah duta revolusi mental) untuk mengecek, jadi lengkap di sini semua,” jelas Ali, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam praktiknya, Ali mengamati bahwa urusan kepindahan siswa dari luar kota menuju Semarang lewat jalur mutasi justru paling sering mendominasi permintaan layanan di posko tersebut.
Selain itu, petugas juga banyak membantu orang tua yang mengurus kendala pada pendaftaran jalur prestasi. Sering kali, siswa belum mengunggah sertifikat kejuaraan mereka ke portal Sang Juara milik Disdik, sehingga rekam jejak prestasi tersebut belum muncul saat mereka mendaftar secara online.
“Anak-anak yang punya prestasi ini harus ngisi di Sang Juara dan bisa dilakukan sejak kelas 4 SD, sekolahan asal harus aware jangan malas-malasan mengisi Sang Juara untuk anak didiknya yang berprestasi,” tuturnya.
Tak hanya urusan sekolah, kehadiran layanan Dispendukcapil di posko ini juga sangat membantu para orang tua murid. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan layanan ini untuk memperbaiki data kependudukan yang belum sinkron atau memerlukan pembaruan administratif.
“Jika ada masalah dengan kependudukan maka bisa ditanyakan ke Dispendukcapil. Kalau ada masalah yang afirmasi warga miskin maka ada dari Dinsos. Jika ada masalah dengan ABK (anak berkebutuhan khusus) di sini ada RDRM,” terangnya.
Disdik turut memfasilitasi lulusan SMP yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK. Petugas di posko membuka layanan khusus bagi calon peserta didik yang membutuhkan legalisasi sertifikat kejuaraan mereka.
“SMP tanggal 22 Juni mulai pendaftaran tapi justru yang ramai anak-anak lulusan SMP yang mau mendaftar ke SMA/SMK harus melampirkan data kejuaraan atau prestasi yang di legalisir sertifikatnya,” ujarnya.
Mengenai ketersediaan bangku sekolah, Ali memaparkan rincian kuota penerimaan tahun ini. Disdik mengalokasikan program sekolah swasta gratis untuk 1.200 siswa jenjang TK, 1.880 siswa jenjang SD, dan 3.850 siswa jenjang SMP.
Sementara itu, daya tampung untuk sekolah negeri mencapai 489 siswa di tingkat TK, 14.520 siswa di tingkat SD, dan 11.582 siswa di tingkat SMP.
“Total daya tampung kita untuk TK 1687, SD dari 16.417 siswa,” sebutnya.