Langkah Pemprov Jateng Atasi Anjloknya Harga dan Surplus Produksi Telur

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Jun 2026 13:16 21 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima audiensi Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) di Kota Semarang pada Rabu, 10 Juni 2026. Para peternak unggas tersebut datang untuk menyuarakan keluhan mereka mengenai merosotnya harga jual telur, penumpukan produksi, serta lesunya penyerapan di pasar.

Ketua Umum KPUS, Suwardi, menjelaskan bahwa Jawa Tengah saat ini sedang menghadapi situasi surplus produksi telur yang signifikan. Para peternak menghasilkan sekitar 2.300 ton telur per hari, padahal konsumsi maksimal masyarakat hanya menyentuh angka 1.600 ton per hari, itu pun ketika daya beli sedang dalam kondisi optimal.

Kondisi tersebut membuat harga telur di tingkat peternak anjlok ke angka Rp21.000 per kilogram. Nilai ini tertinggal jauh dari Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah yang menetapkan harga ideal sebesar Rp26.500 per kilogram, sehingga sangat memangkas margin keuntungan para peternak.

“Kondisi hari ini, harga biaya pokok produksinya naik, tetapi harga telurnya juga turun,” ucap Suwardi.

Sebagai solusi, Suwardi mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar memperbesar kuota penyerapan telur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga memohon agar Gubernur Jateng segera memimpin koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya guna memaksimalkan serapan telur lokal.

Sebelum menghadap Gubernur, para pengurus KPUS juga sudah menemui Menteri Pertanian untuk membahas krisis serupa. Kementerian Pertanian bahkan langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan menggandeng BGN.

Menanggapi keluhan krusial ini, Gubernur Jateng bergerak cepat menginstruksikan Satgas MBG Provinsi Jateng agar merapatkan barisan dengan pemerintah kabupaten dan kota. Beliau juga memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi dan UKM untuk segera merumuskan strategi penanganan harga, sekaligus mengamankan stok pakan ternak.

“Hari Jumat langsung lakukan koordinasi. MBG kita harus bisa menyerap bahan pokok penting dan tepat sasaran. Ini berkaitan dengan inflasi juga soalnya,” ucapnya saat menerima perwakilan dari peternak unggas.

Ahmad Luthfi sebelumnya juga sudah menyoroti isu anjloknya harga telur ini ketika memimpin Rakor Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Temu Bisnis di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) wajib turun tangan melakukan intervensi. Langkah tegas ini sangat penting agar harga beli di tingkat petani tidak terus terperosok di bawah HAP akibat surplus produksi.

“Telur kita harus bisa dinikmati oleh masyarakat, petaninya juga harus dapat untung, serta bisa membuat masyarakat kita lebih sejahtera,” ucap Gubernur.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA