PSEL Semarang Masuki Tahap Persiapan Lelang, 80 Investor Siap Berebut Proyek

waktu baca 3 menit
Selasa, 2 Jun 2026 00:21 22 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang semakin menarik perhatian investor. Sebanyak 80 investor tercatat menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek strategis yang digadang-gadang menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus penghasil energi terbarukan di Kota Semarang.

Proyek yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp3 triliun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan saat ini proyek masih berada dalam tahap finalisasi kajian dan penyusunan dokumen lelang yang dikoordinasikan oleh Danantara.

“Saat ini prosesnya persiapan dokumen lelang, finalisasi kajian, kemudian dari para peminat juga ada rencana untuk site visit,” ujar Glory usai menghadiri kegiatan di Bulusan EduPark Tembalang, Selasa (2/6/2026).

Market Sounding Tarik 80 Investor

Tingginya minat investor terlihat dari hasil market sounding yang dilakukan Danantara. Dari proses penjajakan tersebut, sekitar 80 investor menyatakan ketertarikan untuk mengikuti pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPA Jatibarang.

Dalam waktu dekat, para calon investor dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan atau site visit guna melihat langsung kondisi lokasi proyek.

“Dari hasil market sounding, sudah ada sekitar 80 investor yang berminat. Kemungkinan pada awal bulan ini mereka akan melakukan site visit. Kami hanya memfasilitasi karena seluruh jadwal dan prosesnya sudah diatur oleh Danantara,” kata Glory.

Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Regional

PSEL Jatibarang diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat di kawasan Semarang dan sekitarnya.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir konvensional, fasilitas ini nantinya mampu mengubah sampah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat.

Keberadaan PSEL juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi daerah melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan berbasis sampah.

Teknologi Termal Jadi Opsi Utama

Terkait teknologi yang akan digunakan, Glory menjelaskan bahwa keputusan final masih menunggu hasil kajian yang tengah disusun oleh Danantara. Namun, teknologi termal dinilai menjadi opsi paling memungkinkan karena mampu mengolah sampah dalam jumlah besar secara cepat.

“Konsepnya teknologi ramah lingkungan. Teknologinya apa nanti berdasarkan kajian dari Danantara. Tapi kemungkinan besar memang teknologi termal karena yang paling cepat menghabiskan sampah saat ini teknologi termal,” jelasnya.

Teknologi termal sendiri memiliki beberapa metode pengolahan, di antaranya insinerator, pirolisis, dan plasma. Ketiga metode tersebut memanfaatkan panas untuk mengubah sampah menjadi energi yang selanjutnya dikonversi menjadi listrik.

Nilai Investasi Diperkirakan Rp3 Triliun

Selain menjadi salah satu proyek lingkungan terbesar di Jawa Tengah, pembangunan PSEL Jatibarang juga menawarkan nilai investasi yang sangat besar.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Danantara, kebutuhan investasi pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 triliun.

“Kalau tidak salah, informasi terakhir dari Danantara, nilai investasi atau anggaran untuk pembangunan PSEL sekitar Rp3 triliun,” ungkap Glory.

Dengan tingginya minat investor dan dukungan pemerintah daerah, proyek PSEL Jatibarang diharapkan segera memasuki tahap lelang dan konstruksi. Kehadirannya diyakini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya.(**)

LAINNYA