Wali Kota Agustina Siapkan Lebih Banyak Festival Seni dan Budaya pada 2027

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Jun 2026 14:02 3 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyiapkan rencana besar untuk memperbanyak festival seni dan budaya di wilayahnya pada tahun 2027 mendatang. Agustina mengusung strategi ini untuk melestarikan kekayaan budaya lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.

Agustina menilai festival berfungsi sebagai instrumen penting yang menjaga napas keberlangsungan seni dan budaya. Ia meyakini bahwa ruang pertemuan rutin antarpelaku seni mampu memantik kreativitas baru, mempercepat proses regenerasi, dan meningkatkan kualitas karya budaya itu sendiri.

“Saya minta dibuat festival tari dan budaya di Kota Semarang. Dan saya harap ini festival yang terus-menerus dilakukan terhadap semua ikon budaya yang ada di Kota Semarang. Tanpa festival seni budaya tidak akan maju,” kata Agustina, Minggu (21/6) saat menghadiri gelar seni dan budaya Kota Semarang di TMII, Jakarta.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengangkat pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi sebagai fokus utama pembangunan pada 2027. Melalui kerangka kerja tersebut, Pemkot Semarang akan memperkuat dan menggelar berbagai festival budaya secara berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya menyajikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Merujuk pada teori pengembangan seni dan budaya, Agustina menyebut festival mampu mempertemukan para seniman untuk saling belajar dan berkompetisi secara sehat. Oleh karena itu, ia mendorong festival agar terus menjadi agenda konsisten yang mendongkrak kualitas seni budaya dari waktu ke waktu.

Dalam kesempatan yang sama, Agustina menyoroti sejarah Kota Semarang yang tumbuh subur dari percampuran berbagai budaya. Ia menegaskan bahwa toleransi selalu menjadi kekuatan utama dalam membangun kota ini. Melalui pementasan bertajuk Harmoni Semarang, Pemkot Semarang sukses menceritakan perjalanan sejarah kota. Pertunjukan ini menampilkan berbagai atraksi, mulai dari dolanan bocah, kisah heroik Pertempuran Lima Hari, hingga tradisi Dugderan yang menyimbolkan eratnya persatuan warga lintas etnis dan agama.

Wali Kota Semarang ini juga menaruh harapan besar agar pemerintah maupun masyarakat membuka lebih banyak panggung budaya di Kota Semarang. Kehadiran panggung-panggung ini akan memberi ruang bagi seniman, pelajar, serta komunitas budaya untuk terus mengembangkan karyanya sekaligus menciptakan daya tarik wisata baru.

Sebagai penutup, Agustina memastikan Pemkot Semarang akan terus memperkuat rangkaian agenda budaya yang sudah ada. Salah satunya adalah Festival Kota Lama pada bulan September mendatang. Acara ini siap menyuguhkan pertunjukan seni, pameran kuliner khas, tur jelajah sejarah, dan aneka atraksi budaya Semarang. Lewat langkah strategis ini, Pemkot Semarang menargetkan sektor seni dan budaya tampil sebagai motor penggerak utama bagi perekonomian dan pariwisata kota di masa depan.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA