Pemprov Jateng Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Pengelolaan Sampah dari Hulu

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Jul 2026 14:00 7 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mendesak seluruh pemerintah kota untuk memaksimalkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan dorongan ini secara langsung kepada para anggota Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Sumarno hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Komwil III Apeksi Tahun 2026. Pertemuan strategis para kepala daerah ini berlangsung di Hotel Wahid Prime, Kota Salatiga, pada Kamis (23/7/2026).

Menurut Sumarno, pemerintah kota menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang jauh lebih kompleks daripada pemerintah kabupaten. Keterbatasan ketersediaan lahan yang berbenturan dengan tingginya jumlah penduduk perkotaan menjadi pemicu utamanya. Oleh karena itu, ia meminta para kepala daerah menaruh perhatian khusus dan segera merumuskan kebijakan yang solutif.

Ia menilai langkah paling efektif untuk mengatasi persoalan ini adalah membereskan sistem pengelolaan sejak dari hulu. Pemerintah harus turun tangan mengedukasi masyarakat agar sadar lingkungan sejak dari rumah tangga.

“Pekerjaaan rumahnya adalah bagaimana kita menyadarkan masyarakat di hulunya, produksi sampahnya dan memilahnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sumarno menyoroti peran sentral kota sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi bagi kabupaten-kabupaten penyangganya. Ia meyakini kemajuan sebuah kawasan perkotaan akan memberikan dampak positif yang langsung terasa pada percepatan pembangunan skala nasional.

Walaupun memegang peranan yang sangat vital, Sumarno memaklumi bahwa pemerintah daerah masih harus berhadapan dengan sejumlah tantangan berat. Ia menyebut persoalan kapasitas ruang fiskal dan minimnya pendapatan daerah sebagai tantangan terbesar saat ini.

Merespons dinamika tersebut, Ketua Komwil III Apeksi, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa Rakorwil di Salatiga ini merupakan wujud nyata implementasi hasil Rakernas XVIII Apeksi 2026 di Medan. Forum Rakernas sebelumnya telah menelurkan sepuluh rekomendasi strategis bagi pemerintah kota. Fokus utama rekomendasi tersebut mencakup penguatan kapasitas fiskal, reformasi keuangan daerah, penataan tata ruang, kerja sama antardaerah, hingga kepastian regulasi dan advokasi hukum.

Farhan turut merinci empat pilar utama dalam program kerja Komwil III sepanjang tahun 2026. Keempat pilar tersebut meliputi ketahanan iklim dan perkotaan (climate and urban resilience), tata kelola dan reformasi fiskal (governance and fiscal reform), pengembangan kapasitas (capacity building), serta pelibatan pemuda dan inovasi (youth and innovation).

Mengakhiri penjelasannya, Wali Kota Bandung ini mengajak seluruh wali kota yang tergabung dalam keanggotaan Apeksi Komwil III untuk terus bersinergi. Ia meminta para pimpinan daerah mengawal ketat setiap rekomendasi dan program kerja agar segera bertransformasi menjadi kebijakan yang nyata dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA