Bukan Sekadar Sambut MTQ, Pemkot Semarang Fokus Cegah Banjir dan Percantik Simpang Lima

waktu baca 3 menit
Kamis, 13 Agu 2026 02:27 16 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan bahwa proyek penataan kawasan Simpang Lima bukan sekadar persiapan khusus untuk menyambut perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional. Pemkot menegaskan pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menuntaskan ancaman genangan banjir sekaligus mempercantik wajah kawasan ikonik kebanggaan warga tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memegang kewenangan penuh atas pekerjaan utama perbaikan sistem drainase.

Murni memaparkan bahwa proses pengadaan proyek pembangunan selokan bawah tanah kini sudah mulai bergulir. Ia menaruh harapan besar agar pengerjaan fisik infrastruktur ini kelak sukses menekan potensi banjir di area Simpang Lima secara signifikan.

“Anggaran untuk pembangunan drainase bawah itu ada di DPU. Proses pengadaan barangnya sudah berjalan dan saya kira bulan ini sudah ada penetapan pemenang,” kata Pipie, sapaan akrabnya.

Di sisi lain, Disperkim mengemban tugas yang berbeda dalam mega proyek penataan ini. Jajaran dinas bertugas membongkar boulevard taman lingkar Simpang Lima dan mengamankan berbagai pohon serta tanaman yang sebelumnya menghiasi lokasi tersebut.

Petugas tidak langsung membuang tanaman sisa bongkaran. Disperkim memindahkan seluruh tanaman itu ke kebun bibit milik pemerintah agar mendapat perawatan intensif dan bisa mereka tanam kembali di kemudian hari.

“Tugas kami hanya melakukan pembongkaran boulevard taman lingkar dan mengamankan pohon-pohon tanaman ke kebun bibit. Untuk tahap berikutnya ada Dinas Perdagangan dan DPU yang akan melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.

Pipie memastikan bahwa proyek penataan Simpang Lima akan terus berlanjut seusai perhelatan MTQ Nasional. Pemerintah sama sekali tidak akan menyetop proyek ini meski panitia menggunakan kawasan tersebut sebagai salah satu episentrum kegiatan tingkat nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bahkan memasang target ambisius. Ia menginstruksikan jajarannya agar menyulap pusat kota ini kembali menghijau dan tampil jauh lebih menawan setelah seluruh pengerjaan infrastruktur rampung.

“Harapannya nanti kembali seperti semula. Bahkan Bu Wali berharap kawasan Simpang Lima bisa menjadi lebih cantik,” ujarnya.

Proses penataan Simpang Lima juga turut merangkul keterlibatan pihak swasta. Pemkot Semarang membuka pintu kerja sama secara luas bagi sejumlah perusahaan melalui skema program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

Pipie menyebut Wali Kota sudah merancang skema kolaborasi strategis untuk menyokong pembiayaan penataan kawasan lingkar luar Simpang Lima. Lewat strategi gotong royong ini, proses revitalisasi tidak sekadar membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Meskipun aktivitas pengerjaan konstruksi terus berjalan, panitia tetap akan memakai kawasan Simpang Lima untuk menggelar rangkaian MTQ Nasional. Pemerintah pun merancang berbagai taktik khusus agar material proyek tidak merusak keindahan visual lingkungan selama acara keagamaan tersebut berlangsung.

Pemkot berencana menutup sejumlah titik proyek yang belum rampung menggunakan media visual raksasa (MMT). Penutup ini kelak menampilkan ornamen atau informasi seputar MTQ Nasional agar area pengerjaan tetap terlihat rapi dan elok di mata para tamu undangan.

“Karena pembangunan fisiknya masih berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ, bagian yang sedang dibangun nanti mungkin akan ditutup dengan MMT. Jadi tidak terlalu terlihat sebagai area pembangunan dan bisa dihias dengan gambar-gambar terkait MTQ,” kata Pipie.

Usai acara MTQ Nasional bubar, para pekerja akan langsung tancap gas melanjutkan pembangunan infrastruktur hingga menuntaskan penataan kawasan secara utuh. Dinas terkait juga segera menanam kembali pepohonan dan memulihkan ruang hijau begitu kondisi konstruksi lapangan sudah memadai.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA