Dongkrak Produksi Susu Nasional, Pemprov Jateng Bekali Peternak Teknologi Inseminasi Buatan

waktu baca 3 menit
Jumat, 4 Sep 2026 19:13 20 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggencarkan berbagai langkah strategis demi mendongkrak kapasitas produksi susu sapi perah di wilayahnya. Kini, pemerintah mengandalkan inovasi teknologi inseminasi buatan yang memampukan para peternak untuk menentukan jenis kelamin anak sapi secara presisi. Inovasi mutakhir ini menjadi senjata utama pemerintah untuk mempercepat laju pertumbuhan populasi sapi perah sekaligus melipatgandakan hasil perahan susu di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai terobosan teknologi ini memegang peran krusial dalam memajukan ekosistem peternakan daerah. Ia menjelaskan bahwa peternak saat ini bisa menyesuaikan target kelahiran pedet (anak sapi) selaras dengan rencana bisnis dan kebutuhan ternak mereka.

“Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri acara Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat (4/9/2026).

Lebih lanjut, Taj Yasin menegaskan pentingnya penerapan teknologi ini untuk memuluskan ambisi Jawa Tengah menjadi sentra produksi susu unggulan. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memacu populasi sapi perah agar potensi industri peternakan susu di wilayah ini tumbuh semakin raksasa.

“Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu,” ujarnya.

Taj Yasin membeberkan fakta bahwa Provinsi Jawa Tengah saat ini sukses menyumbang sekitar 9,4 persen dari total produksi susu nasional. Capaian impresif tersebut berhasil membawa Jawa Tengah mengamankan posisi peringkat ketiga di tingkat nasional.

Untuk merealisasikan target pertumbuhan, pemerintah daerah juga mengeksekusi langkah penguatan sentra sapi perah di tingkat kabupaten. Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jateng langsung menandatangani pakta komitmen bersama untuk mengembangkan kawasan peternakan sapi perah unggulan di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes.

Tokoh yang populer dengan sapaan Gus Yasin ini mengingatkan bahwa pengembangan sektor peternakan wajib berjalan beriringan dengan peningkatan asupan protein hewani di tengah masyarakat, khususnya konsumsi susu segar. Ia menuntut keseimbangan antara kapasitas produksi dan angka konsumsi agar masyarakat luas benar-benar merasakan manfaat dari ketersediaan pangan bergizi.

Menambahkan penjelasan tersebut, Kepala Distannak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menguraikan mekanisme kerja teknologi inseminasi buatan ini. Tim ahli memanfaatkan semen beku sapi perah bersistem sexing yang merupakan hasil pengembangan mandiri dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah. Ia menjamin teknologi canggih ini mampu mengarahkan genetik jenis kelamin anak sapi secara akurat.

“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” kata Defransisco.

Pada puncak acara tersebut, Pemprov Jateng secara simbolis menyerahkan stok semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Pemerintah juga menggelontorkan bantuan sapi perah hidup kepada Kelompok Tani Banjarsari I yang berlokasi di Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Tidak berhenti di situ, petugas turut menyerahkan sertifikat Good Farming Practice (GFP) kepada Kelompok Tani Banjarsari I dan Kelompok Tani Sepet Harum II dari Desa Pacet.

Fokus pengembangan ternak di wilayah Batang dan Brebes ini merupakan wujud nyata ikhtiar Pemprov Jateng dalam membangun ekosistem industri persusuan yang tangguh. Pemerintah daerah menandai komitmen ini dengan meluncurkan program Gerbang Susu Jawa Tengah, yang merupakan akronim dari Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah.

Sebagai informasi, ajang Jateng Livestock Fest 2026 ini memeriahkan rangkaian peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, yang bergulir sejak 26 Agustus hingga 26 September 2026. Melengkapi prosesi peluncuran Gerbang Susu, panitia menyelenggarakan berbagai agenda menarik, mulai dari pembagian bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, hingga kampanye Gerakan Minum Susu (Gerimis). Di penghujung acara, pemerintah membagikan 200 paket gizi berisi daging ayam, susu, dan telur langsung kepada masyarakat sekitar.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA