Geliat Ekonomi Umat Bergerak di Semarang, Pameran MTQ Nasional 2026 Tembus Rp2,4 Miliar

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 22:10 0 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Perhelatan Pameran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 sukses menggairahkan roda perekonomian lokal. Kegiatan yang berlangsung di area parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang ini berhasil mencatatkan total transaksi langsung mencapai Rp2,4 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, merinci bahwa 150 tenant Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) membukukan angka tersebut. Pembukuan transaksi ini mencakup penjualan retail sebesar Rp2.385.574.640 dan pesanan khusus (order) senilai Rp23.651.000.

Lebih dari sekadar jualan langsung, pameran yang bergulir sejak 12 hingga 19 September 2026 ini berhasil melahirkan kesepakatan kontrak bisnis (business to business) antarpelaku usaha dengan nilai fantastis menembus Rp7,54 miliar.

“Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat,” kata Emmy saat menyampaikan laporan pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu, 19 September 2026.

Emmy menilai lahirnya deretan kerja sama bisnis ini membuktikan bahwa kegiatan promosi produk tidak boleh terhenti begitu saja saat pameran usai.

Salah satu kolaborasi kakap melibatkan PT Yuasa Food Berkah Makmur dengan Politeknik Kementerian Kesehatan Tasikmalaya untuk menyuplai makanan penanggulangan stunting dan tanggap bencana. Kerja sama berdurasi dua tahun ini mengantongi nilai kontrak hingga Rp5 miliar.

Sejumlah UMKM lokal Jateng juga sukses mengamankan jaringan bisnis baru. Abel Etnic Solo menggandeng Friny Collection asal Riau untuk memasok aksesori tembaga dan batu senilai Rp300 juta berdurasi lima tahun.

Sementara itu, CV Hury Accessories Kebumen menyepakati penjualan paket (bundling) produk senilai Rp500 juta selama lima tahun bersama CV Naturaline Boyolali. Tifani Batik Pekalongan pun turut mengunci kerja sama pengadaan biji jintri senilai Rp300 juta serta pasokan parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta.

Pelaku usaha kuliner Segar Asem Semarang juga memanen hasil manis dengan mengamankan kesepakatan pasokan minuman tradisional bersama Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta senilai Rp30 juta dan Oleh-oleh 52 Grup Semarang sebesar Rp1,05 miliar.

Sepanjang perhelatan, Disperindag mendorong para pemilik usaha untuk giat membangun jejaring, mengumpulkan basis data pelanggan, memproduksi konten kreatif, serta mengoptimalkan pemasaran digital di media sosial.

Gelaran ini bahkan memikat minat pembeli mancanegara. Pembeli asal Brasil secara terbuka menyatakan minat memboyong 6.460 lembar tikar pandan dengan potensi nilai kontrak mencapai Rp4,56 miliar. Para pembeli dari Nigeria, India, dan Amerika Serikat juga turut menunjukkan ketertarikan pada produk lokal Jateng.

Selama delapan hari penyelenggaraan, pameran ini mampu menyedot sekitar 80.000 pengunjung. Sebanyak 150 stan memadati area pameran, mencakup 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, serta 14 stan mandiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, berharap pencapaian transaksi dan kontrak kerja sama ini menjadi batu loncatan bagi para pelaku UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar,” katanya saat mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Sumarno menegaskan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi UMKM agar terus tumbuh. Menurutnya, tantangan terbesar pelaku usaha saat ini bukan sekadar meracik produk berkualitas, melainkan menembus dan memperluas jangkauan pasar.

“Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya,” katanya.

Ia berharap jejaring bisnis yang terbentuk selama pameran dapat terus mekar menjadi kemitraan jangka panjang. Kendati demikian, Sumarno mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan esensi utama dari perhelatan MTQ Nasional ini.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan MTQ XI sebagai momentum meningkatkan kecintaan dan kedekatan dengan Al-Qur’an di samping menggairahkan roda perekonomian daerah.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA