IPEMI Jateng Dorong UMKM Naik Kelas, Iswar: Sudah Waktunya Tembus Pasar Eropa

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 17:48 20 Rudi Sidarta


NALARMEDIA.COM – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa Tengah menggandeng My Bumi untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas dan memperluas pasar hingga ke Eropa.

Upaya tersebut dilakukan melalui Forum Seminar dan Kurasi Produk UMKM yang digelar di Hotel Front One HK Semarang, Selasa (11/8/2026).

Mengusung tema “Green Passport to Europe: Empowering Small Business for Sustainable Global Impact”, forum tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus persiapan bagi pelaku UMKM Jawa Tengah menghadapi pasar global.

Ketua IPEMI Jawa Tengah, Hj. Lies Iswar Aminuddin, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memberdayakan pelaku usaha, khususnya pengusaha muslimah, agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.

“Sebagai langkah awal kita membidik pasar Belgia. Diharapkan bisa menjadi pintu pembuka pasar negara-negara Eropa lainnya,” ujar Lies.

Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami standar yang diterapkan pasar internasional sebelum membawa produknya ke luar negeri. Karena itu, edukasi, pendampingan, dan kurasi produk menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Lewat forum ini bisa didapat peluang pasar yang bisa ditangkap oleh pelaku UMKM kita. Termasuk dengan standar yang diterapkan, tentunya kualitas produk kita juga harus menyesuaikan,” katanya.

Lies mengungkapkan, dalam kolaborasi awal dengan My Bumi, terdapat sekitar 80 jenis produk UMKM binaan IPEMI Jawa Tengah yang dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan di Eropa, khususnya Belgia.

Produk makanan ringan menjadi salah satu kategori yang dinilai potensial. Selain itu, terdapat berbagai produk kerajinan dan kebutuhan rumah tangga, seperti kelengkapan sofa, tas, topi hingga perlengkapan hotel.

“Coco chips minatnya sangat besar di sana. Termasuk tomato chips, bahkan rengginang. Rengginang banyak digunakan untuk bekal anak sekolah. Juga ada aneka jamu yang banyak disukai masyarakat Belgia,” jelasnya.

Namun, Lies mengingatkan peluang pasar tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, terutama dari sisi keamanan pangan, kemasan, standar produksi, dan berbagai persyaratan perdagangan internasional.

CEO My Bumi, Fatmi Woro Dwi Martanti, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor.

Menurutnya, persoalan seperti pola pikir, kepemimpinan, dan literasi bisnis kerap menjadi hambatan sebelum persoalan teknis produk muncul.

“Kami memandang tahun 2026 sebagai waktu yang krusial bagi UMKM Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam kurun waktu yang tersisa sebelum perjanjian IEU-CEPA berlaku efektif,” ujar Woro.

Persiapan tersebut, lanjut dia, mencakup peningkatan kualitas SDM, ketertelusuran rantai pasok, dokumentasi uji tuntas, sertifikasi berkelanjutan hingga kepatuhan terhadap ketentuan asal barang.

Sementara itu, Expert Export European, Emmanuel Weitzel, dalam sesi Give Your Product a Passport menjelaskan tiga hal penting yang menjadi perhatian pembeli Eropa terhadap produk impor.

Ketiga hal tersebut meliputi asal produk, proses pembuatannya, serta dampak produk terhadap lingkungan.

“Penting juga transparansi ketertelusuran dan prinsip ‘buktikan kebenaran kecil, jangan janjikan kebohongan besar’ untuk membedakan produk jujur dari praktik greenwashing,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengapresiasi langkah IPEMI Jawa Tengah yang memberikan ruang edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk memperluas pasar hingga internasional.

Menurut Iswar, peningkatan kapasitas UMKM harus dilakukan secara konkret melalui edukasi, pendampingan, serta pembukaan akses pasar.

“Nah, melalui kegiatan ini, sudah waktunya UMKM kita naik kelas. Kalau sekadar omon-omon, maka UMKM akan gitu-gitu saja. Kalau mau naik kelas, ya memang harus ada kegiatan edukasi dan pendampingan seperti ini,” ujar Iswar.

Ia berharap semakin banyak produk UMKM Jawa Tengah, khususnya dari Kota Semarang, mampu menembus pasar Eropa.

Menurut Iswar, keberhasilan UMKM masuk pasar internasional tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga dapat memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ketika UMKM Jateng dan Kota Semarang bisa tembus pasar Eropa, maka ekonomi kerakyatan bisa terdongkrak. Lebih luas, akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar UMKM,” pungkasnya.(**)

LAINNYA