Kepala BKN Ungkap Strategi ASN Miliki Dana Pensiun hingga Rp1 Miliar

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 16:39 9 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar mulai mempersiapkan kondisi finansial sejak awal masa kerja. Perencanaan keuangan yang matang dinilai menjadi kunci agar ASN dapat menikmati masa pensiun yang aman dan sejahtera, termasuk berpeluang memperoleh manfaat Tabungan Hari Tua (THT) hingga Rp1 miliar.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat kesejahteraan ASN, tidak hanya saat masih aktif mengabdi, tetapi juga ketika memasuki masa purnatugas. Salah satunya melalui berbagai pilihan program perencanaan pensiun yang disediakan PT Taspen Life.

Menurut Zudan, ASN dapat memanfaatkan program tersebut untuk membangun dana pensiun secara bertahap melalui kebiasaan menabung dan investasi jangka panjang.

“Menjadi ASN bukan hanya mengabdi kepada negara, tetapi juga harus menyiapkan masa depan yang lebih baik. Semakin cepat merencanakan keuangan, semakin besar peluang menikmati masa pensiun yang nyaman,” ujarnya dalam kegiatan BKN Menyapa BKD bertema Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar.

Ia menjelaskan, peluang memperoleh manfaat THT hingga Rp1 miliar bukan merupakan pemberian otomatis, melainkan hasil dari komitmen peserta dalam mengikuti program perencanaan keuangan secara konsisten sesuai skema yang dipilih.

Selain manfaat tabungan hari tua, program Taspen Life juga memberikan perlindungan bagi keluarga apabila peserta mengalami risiko sebelum memasuki masa pensiun.

Zudan menilai, semakin beragamnya pilihan instrumen keuangan memberi kesempatan bagi ASN untuk menyusun strategi keuangan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan aparatur negara. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, investasi, serta perencanaan pensiun harus menjadi bagian dari pengembangan kualitas sumber daya manusia ASN.

“Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan ekonomi yang baik. Karena itu, perencanaan keuangan tidak boleh ditunda,” katanya.

Lebih lanjut, Zudan menegaskan pembangunan aparatur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja selama bekerja, tetapi juga kesiapan menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat.

Melalui edukasi tersebut, BKN berharap semakin banyak ASN yang memanfaatkan program perencanaan pensiun sehingga mampu menikmati masa purnatugas dengan lebih tenang, mandiri, dan tetap produktif.(**)

LAINNYA